Persami KKRI Kodim Ponorogo: Menempa Jiwa Pemimpin dari Barisan hingga Permainan
PONOROGO, METROWILIS.COM – Wajah-wajah penuh semangat terlihat di tengah suasana Persami Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Kodim 0802/Ponorogo. Rasa lelah seolah tak menjadi penghalang bagi para peserta untuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang telah disiapkan.
Di lingkungan Makodim 0802/Ponorogo, para pemuda-pemudi itu tidak sekadar mengikuti kegiatan perkemahan. Mereka sedang ditempa untuk mengenal arti disiplin, kemandirian, kerja sama, sekaligus belajar mengambil keputusan dalam sebuah kelompok.
Hari ini, Minggu (13/9/2026), latihan dasar kepemimpinan menjadi salah satu kegiatan utama. Materi kepemimpinan tidak hanya disampaikan melalui teori, tetapi dipraktikkan secara langsung dalam berbagai aktivitas yang menarik dan menantang.
Salah satunya melalui latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB). Dari barisan yang harus rapi dan kompak, peserta belajar bahwa kepemimpinan tidak selalu dimulai dari hal-hal besar. Ketepatan mengikuti aturan, kemampuan mendengar instruksi, serta kekompakan menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Setelah PBB, peserta juga diberikan ruang untuk menyusun yel-yel secara mandiri. Di sinilah kreativitas, keberanian mengemukakan pendapat, dan kemampuan membangun kekompakan kelompok diuji.
Belajar Memimpin dari Hal Sederhana
Angky Bima Saputra (18), salah satu peserta Persami KKRI Kodim 0802/Ponorogo, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang berkesan.
Ketua Dewan Ambalan Gerakan Pramuka SMKN 1 Badegan itu menilai, sejak awal kedatangan peserta sudah diperkenalkan dengan aturan kedisiplinan secara detail oleh para pelatih dan pendamping.
Menurutnya, aturan tersebut justru membantu peserta memahami pola kegiatan dan menjalankannya dengan lebih mudah.
“Kegiatan Persami KKRI yang kami ikuti sangat berkesan. Sejak kedatangan kami sebagai peserta di lokasi Persami sudah disambut oleh para pelatih pendamping yang menyampaikan aturan kedisiplinan yang sangat detail, sehingga kami tidak kesulitan melaksanakannya,” tutur Angky.
Bagi Angky, pengalaman selama Persami bukan sekadar tentang mengikuti rangkaian kegiatan dari pagi hingga malam. Lebih jauh, peserta mendapatkan pengalaman langsung bagaimana menjadi pribadi yang mandiri sekaligus mampu bekerja dalam sebuah kelompok.
“Kegiatan KKRI yang dikemas dalam bentuk Persami ini memberikan banyak pengalaman, ilmu dan keterampilan bagi kami. Di sini kami dilatih untuk mandiri, disiplin, menghargai waktu dan bekal ilmu dasar kepemimpinan,” ujarnya.
Ketika Peserta Diberi Kepercayaan
Pendidikan kepemimpinan dalam Persami KKRI juga terlihat dari cara peserta diberi kepercayaan untuk mengatur kelompoknya masing-masing.
Mereka diberikan kesempatan untuk mengelola berbagai kebutuhan kelompok, mulai dari penyiapan sesi materi, ibadah, hingga kegiatan makan bersama. Semua dilakukan secara mandiri, namun tetap berada dalam koridor aturan dan pendampingan.
Pola seperti ini menjadi ruang belajar bagi peserta untuk memahami bahwa seorang pemimpin bukan hanya orang yang mampu memberikan instruksi.
Seorang pemimpin juga dituntut mampu mengatur waktu, membagi tugas, mendengarkan anggota kelompok, serta memastikan setiap kegiatan dapat berjalan bersama-sama.
Nilai tersebut kemudian diperkuat melalui kegiatan outbound.
Beragam permainan disiapkan secara berkelompok. Peserta diajak berkompetisi sekaligus membangun kekompakan melalui permainan holahop beranting, tuang bola, hingga permainan bintang jatuh.
Tawa dan semangat kompetisi menjadi warna tersendiri. Namun di balik keseruannya, permainan tersebut menjadi media untuk melatih komunikasi, strategi, kerja sama, serta kemampuan kelompok menghadapi tantangan.
Menyiapkan Generasi Cinta NKRI
Persami KKRI Kodim 0802/Ponorogo dilaksanakan selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (13/9/2026).
Selama kegiatan, peserta tidak hanya mendapatkan latihan dasar kepemimpinan. Mereka juga dibekali materi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, pendidikan kedisiplinan, serta latihan mengelola kelompok.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk karakter pemuda-pemudi yang memiliki semangat cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ke depan, pengalaman yang diperoleh selama Persami diharapkan tidak berhenti ketika kegiatan berakhir. Nilai kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan diharapkan dapat dibawa pulang dan diterapkan peserta di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Sebab, kepemimpinan sejatinya tidak selalu lahir dari sebuah jabatan. Ia dapat tumbuh dari kebiasaan sederhana: disiplin menjalankan aturan, berani mengambil tanggung jawab, mampu bekerja sama, serta mau berdiri di depan ketika kelompok membutuhkan seseorang untuk memimpin.
Dari barisan di lapangan hingga riuh permainan outbound, Persami KKRI Kodim 0802/Ponorogo menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk menempa diri. Bukan sekadar menjadi pemuda yang kuat secara fisik, tetapi juga memiliki karakter, wawasan kebangsaan, dan kesiapan untuk menjadi bagian dari masa depan Indonesia.
(MDC/AZ)
