Ali Mufthi Katakan P3-TGAI Gondowido-Talun untuk Kesejahteraan Petani, “Saya dan Tim Tidak Ambil Sepersen Pun”
Ponorogo || Metrowilis.com- Anggota DPR RI Dr. H. Ali Mufthi, SAg,M.Si menegaskan bahwa pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Gondowido-Talun melalui Himpunan Penduduk Pemakai Air (HIPPA) sepenuhnya diperuntukkan bagi masyarakat, khususnya para petani.
Hal itu disampaikan Ali Mufthi dalam sambutannya saat meninjau sekaligus menyampaikan rasa syukurnya atas selesainya pembangunan P3-TGAI Gondowido-Talun. Menurutnya, keberadaan infrastruktur irigasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat.
“Bersyukur jika P3-TGAI Gondowido-Talun atau HIPPA ini sudah selesai pembangunannya. Sehingga masyarakat petani bisa sae, kesejahteraannya meningkat. Kalau sudah selesai, marem,” ujar Ali Mufthi.
Ali Mufthi uga menyinggung adanya pertanyaan masyarakat mengenai kemungkinan adanya uang atau fee dari program P3-TGAI. Ia menegaskan bahwa dirinya bersama tim tidak mengambil keuntungan sedikit pun dari anggaran yang masuk ke desa.
“Ada pertanyaan, Pak Ali nopo angsal duet saking P3-TGAI, ada sebagian yang tanya fee. Niku sedoyo kagem masyarakat. Saya dan tim tidak boleh ambil sepersen pun uang dari yang sudah masuk ke desa,” tegasnya.
Ia bahkan menyebut keterlibatannya dalam Komisi V DPR RI memiliki konsekuensi dan tanggung jawab besar. Karena itu, ia memilih untuk memastikan program-program infrastruktur yang diperjuangkannya benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat. "Saya sebenarnya wegah teng Komisi V, serba risikonya teng kulo. Itu harus dipahami. Gratis, tis,” ungkapnya.
Menurut Ali Mufthi P3-TGAI merupakan salah satu bentuk pembangunan infrastruktur yang berbasis masyarakat. Selain membangun maupun memperbaiki jaringan irigasi, program tersebut juga diharapkan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat desa.
“Ini infrastruktur berbasis masyarakat. P3-TGAI supaya para petani semakin baik. Misinya agar masyarakat dapat pekerjaan dari P3-TGAI dan PISEW,” jelasnya.
Ia menekankan agar pengerjaan program sebisa mungkin melibatkan masyarakat setempat. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya berupa pembangunan fisik, tetapi juga memberikan penghasilan bagi warga yang terlibat.
“Kami haramkan pekerjaan itu diborongkan. Masyarakat bekerja dapat ongkos untuk keluarga,” katanya.
Ali Mufthi mengakui di sejumlah tempat terdapat pekerjaan yang diborongkan kepada pihak lain atau CV. Namun, ia menegaskan selama persyaratan dan ketentuan program dapat dipenuhi, dirinya akan terus memperjuangkan bantuan tersebut untuk masyarakat.
“Di sebagian tempat ada yang diborongkan ke CV. Menawi persyaratan niki tetap terpenuhi, kulo paringi maleh. Ini bentuk transparansi kulo kagem panjenengan,” lanjutnya.
Ia berharap pembangunan yang telah direalisasikan dapat dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Ali Mufti kembali menegaskan bahwa dirinya tidak mendapatkan keuntungan secara materi dari program tersebut.
“Harapannya agar pembangunan ini dijogo (dijaga). Ali Mufti tidak dapat keuntungan secara materi,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Gondowido, Baskoro Widamandala, S.Sos., menyampaikan terima kasih atas bantuan P3-TGAI yang telah direalisasikan di wilayahnya. Menurutnya, bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para petani.
“Kami menyampaikan terima kasih, semoga bermanfaat. Kami siap menjaga dan semoga tahun depan dapat bantuan lagi,” harap Baskoro.
Dengan selesainya pembangunan P3-TGAI Gondowido-Talun, masyarakat berharap sarana irigasi tersebut dapat mendukung kelancaran pengairan lahan pertanian dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil pertanian serta kesejahteraan petani.(AZ)


