BREAKING NEWS

Gus Hasim Ingin Berkontribusi Bangun Ponorogo dengan “Senyum”, Siapkan Bantuan Hukum Gratis bagi Warga Tidak Mampu

 

Pengacara Senior dan Pengusaha Sukses M. Hasim, S. H, M.H

PONOROGO || Metrowilis.com – Pengacara senior sekaligus pengusaha sukses, M. Hasim, M.H., menyampaikan keinginannya untuk berkontribusi dalam membangun Kabupaten Ponorogo dengan semangat “Senyum”.

Menurutnya, senyum kepada orang lain merupakan bagian dari ibadah. Filosofi tersebut juga menggambarkan keceriaan serta upaya untuk membuat orang lain merasa senang dan bahagia.

Hal itu disampaikan Gus Hasim kepada metrowilis.com saat ditemui di kediaman pribadinya di Desa Nglumpang, Kecamatan Mlarak, Ponorogo, Rabu (16/9/2026).
Gus Hasim menjelaskan, untuk mewujudkan pembangunan Ponorogo yang membawa kebahagiaan bagi masyarakat, diperlukan sejumlah langkah penting. Salah satunya adalah meningkatkan koordinasi antarlembaga dan lintas sektoral.

Selain itu, dirinya juga berencana memberikan bantuan hukum kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga kurang mampu.

“Nanti kami akan membentuk badan atau lembaga hukum Kabupaten Ponorogo untuk memberikan bantuan hukum secara gratis kepada masyarakat. Tanpa dipungut biaya, baik perkara perdata maupun pidana bagi warga yang tidak mampu,” terangnya.

Ia menambahkan, lembaga hukum tersebut nantinya akan ditangani oleh para ahli hukum dan pengacara profesional yang ada di Ponorogo. Kehadiran lembaga itu diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses keadilan tanpa terbebani biaya.

“Kami ingin berkontribusi membangun Ponorogo dengan senyum. Harapan kami, warga Ponorogo juga bisa tersenyum karena merasa bahagia, sehat, berkecukupan secara ekonomi, dan anak-anaknya dapat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Terkait dengan Destinasi Wisata Relegi, Gus Hasim mendorong Pengembangan Destinasi Wisata  Religi Ponorogo untuk Dongkrak UMKM dan PAD. 

Pengembangan destinasi religi dinilai dapat menjadi salah satu potensi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena itu  Gus Hasim mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo agar segera merealisasikan pengembangan sejumlah destinasi religi yang memiliki potensi wisata dan ekonomi masyarakat.

Menurut Gus Hasim, Ponorogo tidak hanya memiliki potensi sebagai kota wisata, tetapi juga memiliki kekayaan destinasi religi yang cukup banyak dan layak untuk dikembangkan secara serius.

"Selain kota wisata, Ponorogo ini juga kota religi. Banyak sekali destinasi religi yang bisa dikembangkan di Ponorogo," ujar Gus Hasim.

Ia menyebut sejumlah lokasi yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi religi, di antaranya Kompleks Makam Batoro Katong serta Kompleks Makam Kyai Ageng Basyari, selain sejumlah destinasi religi lainnya yang tersebar di wilayah Kabupaten Ponorogo.

Gus Hasim menilai, pengembangan destinasi religi tidak hanya berkaitan dengan sektor pariwisata. Jika dikelola dengan baik, keberadaan destinasi tersebut juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Menurutnya, meningkatnya kunjungan wisatawan maupun peziarah berpotensi menggerakkan sektor UMKM, kuliner, perdagangan, jasa transportasi hingga perparkiran.

"Kalau destinasi religi ini dikembangkan dan kunjungan masyarakat meningkat, tentu UMKM di sekitar lokasi juga akan ikut bergerak. Perparkiran juga bisa tertata dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah," jelasnya.

Karena itu, ia mendorong Pemkab Ponorogo untuk melihat pengembangan wisata religi sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah. Potensi yang sudah ada, kata dia, perlu ditata, dikembangkan dan dipromosikan sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Di sisi lain, Gus Hasim juga menekankan pentingnya kesinambungan program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah.

Ia mengatakan, setiap program pemerintah yang memang memberikan manfaat dan berpihak pada kepentingan masyarakat sebaiknya tetap dilanjutkan. Namun, terhadap program yang masih memiliki kekurangan, perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan.

"Program-program yang telah direncanakan oleh pemerintah dan itu baik untuk kepentingan masyarakat, maka harus dilanjutkan. Namun, kalau ada program yang kurang baik atau masih memiliki kelemahan, hendaknya dievaluasi dan diperbaiki," tandasnya.

Menurut Gus Hasim, keberlanjutan pembangunan tersebut penting agar berbagai potensi yang dimiliki Ponorogo, termasuk sektor wisata dan religi, dapat dikembangkan secara berkesinambungan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia berharap pengembangan destinasi religi ke depan tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga diikuti dengan penataan kawasan, fasilitas pendukung, pemberdayaan UMKM, pengelolaan parkir, promosi serta pengelolaan yang profesional.

Dengan demikian, potensi wisata religi di Ponorogo diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah.(AZ)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar