BREAKING NEWS

Dari Desa Tertinggal Menuju Desa Mandiri, Karangpatihan Terus Berbenah di Bawah Kepemimpinan Eko Mulyadi

Kades Karangpatihan / Sekjen AKSI  Eko Mulyadi, SIP, MSi saat Rakernas di Jakarta. 


Ponorogo  || Metrowilis.com - Label masa lalu perlahan mulai ditinggalkan Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Desa yang dahulu sempat menjadi desa tertinggal itu kini terus berbenah, membangun optimisme baru dan menatap masa depan sebagai desa yang mandiri.

Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Karangpatihan, Eko Mulyadi, S.IP, M.Si, pembangunan desa terus digerakkan di berbagai sektor. Infrastruktur hingga penguatan ekonomi masyarakat menjadi bagian dari upaya menghapus stigma lama sekaligus meningkatkan taraf hidup warga.

Salah satu pembangunan yang terus didorong adalah sektor pertanian. Perbaikan jalan usaha tani dilakukan bersama kelompok tani setempat. Akses yang semakin baik diharapkan mampu memperlancar aktivitas warga, khususnya dalam mengelola lahan pertanian dan mengangkut hasil produksi.


Namun, perjalanan menuju desa yang benar-benar mandiri masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah. Salah satunya persoalan rumah warga yang belum memenuhi standar kelayakan.

Dari sekitar 2.500 rumah yang ada di Desa Karangpatihan, saat ini masih terdapat sekitar 25 rumah warga yang kondisinya belum layak huni.

Pemerintah desa pun terus berupaya membantu warga melalui program perbaikan dan bedah rumah. Meski kemampuan anggaran masih terbatas, program tersebut secara bertahap telah memberikan perubahan nyata.

“Ada sekitar 25 rumah warga yang tidak layak huni. Tahun ini kami bantu dengan program bedah rumah hanya 10 rumah. Kalau totalnya yang sudah kita rehab sekitar 200 rumah,” ujar Eko Mulyadi kepada metrowilis.com, Senin (14/9/2026).

Bagi pemerintah desa, rumah bukan sekadar bangunan tempat tinggal. Rumah yang layak merupakan bagian penting dari kehidupan warga agar dapat hidup lebih nyaman, sehat, dan memiliki rasa percaya diri untuk menata masa depan.

Karena itu, Eko berharap dukungan dari berbagai pihak terus mengalir kepada warga Karangpatihan yang masih membutuhkan bantuan.
“Kami berharap kepada pihak terkait seperti Baznas agar bisa membantu warga kami,” harapnya.

Menatap Masa Depan dari Desa

Upaya membangun Karangpatihan tidak hanya berhenti pada persoalan infrastruktur dan rumah warga. Pendidikan juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah desa.
Salah satunya melalui bantuan revitalisasi gedung sekolah PAUD yang berada di Desa Karangpatihan. Bantuan tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan nyaman bagi anak-anak usia dini.


Atas bantuan tersebut, Eko Mulyadi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Kami sampaikan terima kasih kepada Pak Presiden Prabowo yang telah membantu revitalisasi gedung sekolah,” pungkas Eko Mulyadi.

Kini, Karangpatihan terus menulis cerita baru. Dari desa yang pernah dilekatkan dengan stigma, perlahan tumbuh menjadi desa yang berusaha berdiri di atas kekuatan masyarakatnya sendiri.

Pembangunan jalan usaha tani, perbaikan rumah warga, perhatian terhadap pendidikan hingga penguatan ekonomi menjadi langkah-langkah kecil yang terus dirajut.


Ke depan, harapannya bukan sekadar lepas dari desa tertinggal.  Namun lebih dari itu, Karangpatihan ingin dikenal sebagai desa yang mampu memberikan kehidupan yang lebih layak bagi seluruh warganya—desa yang bangkit, berdaya, dan semakin mandiri.(AZ)



Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar