Suporter Persepon Desak Renovasi Total Stadion Batoro Katong : Minta Dianggarkan Mulai APBD Perubahan 2026, Pemkab dan DPRD Setujui
Ponorogo | Metrowilis.com – Puluhan suporter Persepon Ponorogo melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Ponorogo, Kamis (17/9/2026) sore. Dalam audiensi tersebut, mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Ponorogo segera melakukan renovasi total Stadion Batoro Katong dengan memastikan penganggarannya mulai APBD Kabupaten Ponorogo Perubahan Tahun 2026.
Selain renovasi total stadion, para suporter juga mendesak Pemkab Ponorogo menyusun dan menetapkan landscape resmi kawasan Stadion Batoro Katong. Dokumen tersebut diharapkan menjadi acuan pembangunan dan penataan kawasan secara terpadu, terarah, dan berkelanjutan.
Mereka juga meminta pembangunan Stadion Batoro Katong ditetapkan dengan skema multi-years, sehingga pembangunan memiliki target dan tahapan yang jelas hingga selesai.
Tidak hanya itu, suporter meminta Pemkab melibatkan publik secara aktif dan bermakna dalam penyusunan landscape kawasan Stadion Batoro Katong, melalui forum konsultasi publik, diskusi bersama masyarakat, komunitas olahraga, pemuda, serta kelompok terkait lainnya.
Audiensi tersebut diterima Wakil Ketua DPRD Ponorogo Pamuji, S.Pd., yang mewakili Ketua DPRD Dwi Agus Prayitno, S.H., M.Si. Ketua DPRD berhalangan hadir karena ada tugas lain. Dari Pemkab Ponorogo hadir jajaran Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), di antaranya Kabag Pemuda dan Olahraga Wakhid.
Wakil Ketua DPRD Ponorogo Pamuji mengatakan, pihaknya telah menyepakati dan mendorong agar pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026, dinas terkait mulai menyusun perencanaan awal kawasan Stadion Batoro Katong dan sekitarnya.
“Alhamdulillah pada sore hari ini kita dapat menyelenggarakan Rapat Dengar Pendapat antara suporter Persepon, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga serta DPRD. Pak Ketua minta maaf karena ada sesuatu hal yang tidak bisa ditinggalkan, sehingga mengutus saya untuk mewakilinya,” ujar Pamuji.
Menurutnya, untuk tahap awal, DPRD mendorong adanya perencanaan mengenai kawasan stadion. Perencanaan tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan pembangunan kawasan secara keseluruhan.
“Untuk tahun anggaran 2026 di PAK ini kita sangat mendorong kepada dinas untuk melakukan rencana awal, kawasan stadion dan sekitarnya akan dibuat seperti apa, akan dibangun seperti apa nanti sesuai dengan perencanaan yang akan datang,” jelasnya.
Pamuji juga menyampaikan dukungan terhadap pembangunan stadion secara berkelanjutan melalui penganggaran bertahap.
“Untuk masalah penganggaran dengan adanya pembangunan stadion yang berkelanjutan, kami dari DPRD sangat mendukung,” tegasnya.
Ia menilai keberadaan ekosistem sepak bola di Ponorogo perlu kembali digerakkan. Salah satunya melalui aktivitas PSSI Askab Kabupaten Ponorogo yang menurutnya beberapa tahun terakhir tidak berjalan maksimal.
“Kami DPRD Ponorogo sangat mendorong untuk kegiatan PSSI Askab bisa berjalan lagi. Sehingga industri sepak bola ini laku dijual, sehingga ada peminat-peminat dari suporter maupun sponsor,” katanya.
Terkait anggaran, Pamuji menyebut dalam pembahasan Banggar, dinas terkait mengajukan anggaran sekitar Rp2,3 miliar. Anggaran tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi Stadion Batoro Katong, tetapi juga sejumlah fasilitas olahraga di kawasan tersebut.
“Kemarin di Banggar dinas terkait mengajukan Rp2,3 miliar. Tapi ada beberapa item yang akan dibangun, tidak hanya stadion tetapi di kawasan sekitar stadion. Dari DPRD sudah menyetujui. Tinggal nanti di pembahasan Pansus, dikawal. Kami dari DPRD sangat mendukung,” ungkapnya.
Sementara itu, Kabid Pemuda dan Olahraga Disbudparpora Ponorogo Wakhid membenarkan adanya alokasi anggaran sekitar Rp2,3 miliar dalam PAK 2026 untuk penataan dan pembangunan fasilitas di kawasan Stadion Batoro Katong.
“Alhamdulillah kita bersyukur ada anggaran dengan nilai Rp2,3 miliar di PAK. Tadi sudah disampaikan oleh pimpinan dewan. Itu tidak hanya di stadion, tetapi juga di sekitarnya,” jelas Wakhid.
Menurutnya, sejumlah fasilitas yang menjadi perhatian antara lain Stadion Batoro Katong, GOR, lapangan voli, serta pemindahan fasilitas panjat tebing yang sebelumnya direncanakan, namun tidak jadi dilakukan. Pemindahan tersebut berkaitan dengan upaya penyempurnaan lintasan atletik.
“Kita ada perbaikan selain stadion, ada GOR, lapangan voli, pemindahan panjat tebing yang tidak jadi itu untuk menyempurnakan lintasan atletik,” katanya.
Namun, Wakhid menegaskan pihaknya masih menunggu petunjuk pimpinan terkait prioritas pembangunan karena penataan kawasan Stadion Batoro Katong tidak hanya menyangkut bidang olahraga.
“Kita masih menunggu petunjuk pimpinan apa yang harus dibangun karena mungkin tidak hanya di bidang olahraga tapi di bidang lain,” ujarnya.
Saat ini, Disbudparpora juga tengah menghitung dan menyusun landscape pembangunan kawasan Stadion Batoro Katong berdasarkan petunjuk Sekda Ponorogo. Pihaknya akan terlebih dahulu berkonsultasi dengan tim perencana.
“Kita masih menghitung landscape membangun kawasan Stadion Batoro Katong berdasarkan petunjuk Sekda. Kita akan konsultasi ke perencana dulu. Insyaallah Desember ini landscape pembangunannya sudah jadi,” terang Wakhid.
Sementara itu, perwakilan suporter Persepon, Muh Abdul Aziz, mengatakan audiensi tersebut merupakan tindak lanjut konsolidasi antarkomunitas suporter yang dilakukan pada 13 September 2026.
“Kami dari perwakilan suporter Ponorogo, Alhamdulillah pada tanggal 13 September 2026 kemarin kita konsolidasi CMW sama Warok Mania. Kita mengajak Bonek Ponorogo, Arema Ponorogo, The Jek dan kawan-kawan untuk membahas stadion Ponorogo,” katanya.
Dari konsolidasi tersebut, kata Aziz, muncul empat tuntutan kepada Pemkab Ponorogo. Salah satu tuntutan utamanya adalah adanya road map pembangunan yang jelas untuk kawasan Stadion Batoro Katong.
“Kita fokusnya ke stadion karena kita sudah terlena dengan pembangunan-pembangunan yang hanya mangkrak. Artinya misal kita anggarkan pertahun Rp700 juta dan lain-lain tapi tidak ada tujuan yang jelas, itu percuma. Harus ada grand design atau road map atau landscape yang jelas untuk Stadion Batoro Katong,” tegasnya.
Aziz mengaku kecewa karena selama bertahun-tahun mendukung Persepon, kondisi stadion dinilai belum mengalami perubahan signifikan.
“Sangat kecewa karena kita mendukung Persepon sejak 2015 sampai sekarang, stadionnya begitu terus. Prestasi sepak bolanya tidak ada, stadionnya kurang mendukung. Akhirnya kita melakukan kajian-kajian seperti hari ini,” ungkapnya.
Menurut Aziz, pihak suporter memahami kondisi kemampuan keuangan daerah. Karena itu, pembangunan tidak harus dilakukan sekaligus, namun harus memiliki target dan tahapan yang jelas.
“Kita mintanya bertahap. Kita paham PAD kita berapa, APBD kita berapa, jadi realistis. Role model-nya seperti di Kediri menggunakan APBD dengan empat tahap. Pertahunnya ada target,” jelasnya.
Ia berharap kesepakatan yang muncul dalam audiensi tersebut benar-benar menjadi pegangan Pemkab dan DPRD Ponorogo dalam menentukan arah pembangunan Stadion Batoro Katong ke depan.
“Kita harapannya Pemkab Ponorogo dan DPRD telah menyepakati. Semoga itu jadi pegangan untuk ke depannya,” pungkasnya.(AZ)





