BREAKING NEWS

Momen Haru di AJT, Jejak Hangat AKBP Taat Resdi, dan Janji yang Tak Pernah Pamit

 



Tulungagung | Metrowilis.com- Tak semua perpisahan beraroma jarak. Ada yang justru meninggalkan jejak hangat, mengikat rasa, dan menanam janji untuk terus pulang—meski raga telah berpindah tugas.


Jumat (2/1/2026) siang itu, kantor Aliansi Jurnalis Tulungagung (AJT) di Komplek Ruko Bolorejo, Kecamatan Kauman, terasa berbeda. Senyum bercampur haru menyambut kedatangan sosok yang selama ini bukan hanya dikenal sebagai Kapolres, tetapi juga sahabat dialog bagi insan pers: AKBP Muhammad Taat Resdi.


Kedatangannya bukan untuk agenda seremonial biasa. Hari itu adalah pamitan. Sebuah persinggahan terakhir sebelum langkahnya berlanjut menuju Kabupaten Malang.


Kota yang “Nduluri”


Dalam balutan suasana santai, Taat Resdi membuka kisah tentang Tulungagung yang telah menjadi rumah kedua baginya.
“Selama di Tulungagung, saya merasakan Kota Marmer ini sangat berbeda. Masyarakatnya nduluri—peduli, mengayomi, dan menyejukkan. Itu meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi saya,” tuturnya lirih, namun penuh makna.
Bagi Taat Resdi, Tulungagung bukan sekadar wilayah tugas, melainkan ruang perjumpaan antara negara dan warganya yang hidup dalam nilai kebersamaan.



Pers, Mitra Masa Depan


Dalam perjalanan kepemimpinannya, satu hal yang selalu ia jaga adalah ruang dialog dengan pers. Bukan sebagai penonton, melainkan sebagai mitra strategis.
“Pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang benar, menyejukkan, dan edukatif. Sinergi ini harus terus dijaga demi kondusifitas Tulungagung,” pesannya.


Ia percaya, masa depan keamanan tidak hanya ditopang oleh seragam dan aturan, tetapi juga oleh narasi yang sehat dan bertanggung jawab.


Janji Pulang, Bukan Sekadar Lewat


Perpindahan tugas bukan berarti memutus silaturahmi. Dengan senyum kecil, ia menyebut Bandara Dhoho sebagai “jembatan baru” yang memudahkan langkahnya untuk kembali.
“Ke Tulungagung sekarang cepat dan nyaman. InsyaAllah saya akan sering silaturahmi,” katanya.


Sebuah janji yang terasa sederhana, tetapi mengandung arti besar bagi mereka yang ditinggalkan.


Piagam Tali Asih: Simbol Rasa Terima Kasih


Sebagai balasan atas keterbukaan dan kehangatan yang telah terbangun, AJT menyerahkan Piagam Tali Asih kepada AKBP Taat Resdi. Ketua AJT, Catur Santoso, menyerahkannya langsung—simbol penghargaan, sekaligus doa perjalanan.
“Kami sangat mengapresiasi keterbukaan beliau. Silaturahmi ini menjadi energi bagi kami untuk terus menghadirkan pemberitaan yang profesional, berimbang, dan bertanggung jawab,” ujar Catur.


Babak Baru, Jejak yang Tinggal


Diskusi santai dan foto bersama menutup pertemuan itu. Namun nilai kebersamaan yang tertinggal jauh lebih panjang dari sekadar bingkai kamera.
Tulungagung kini melepas seorang Kapolres, tetapi menyimpan seorang sahabat.
Sementara Malang akan menyambut seorang pemimpin yang membawa cerita, nilai, dan pengalaman dari Kota Marmer.


Dan bagi Tulungagung, nama AKBP Muhammad Taat Resdi akan selalu dikenang—
sebagai pemimpin yang datang untuk bertugas, namun pulang sebagai keluarga.(AZ/red) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar