Dihentikan Total, Usaha Ternak Ayam BUMDes Desa Nguneng Merugi, Sebagian Buat Beli HP?
WONOGIRI || Metrowilis.com - Usaha peternakan ayam petelur milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Nguneng, Kecamatan Pohpelem, Kabupaten Wonogiri, resmi dihentikan setelah mengalami kerugian. Dari total penyertaan modal usaha lebih dari Rp200 juta, kini dana yang tersisa sekitar Rp180 juta.
Kepala Desa Nguneng, Padi, membenarkan bahwa usaha ternak ayam yang dikelola BUMDes tersebut tidak berjalan sesuai harapan sehingga diputuskan untuk dihentikan.
“Dari penyertaan modal sekitar Rp200 juta lebih, saat ini yang masih tersisa sekitar Rp180 juta,” ujar Padi saat dikonfirmasi, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, usaha peternakan ayam tersebut diawali dengan pembelian 1.000 bibit ayam pada tahap pertama, kemudian dilanjutkan penambahan 500 ekor ayam pada tahap kedua. Namun dalam perjalanannya, usaha itu justru mengalami kerugian sekitar Rp7 juta.
Selain persoalan kerugian usaha, muncul pula sorotan dari warga terkait dugaan penggunaan sebagian dana BUMDes untuk membeli telepon genggam oleh oknum manajer BUMDes. Menanggapi hal itu, Padi mengaku pihak pemerintah desa telah melakukan klarifikasi internal.
“Ya kami sudah klarifikasi, maksud saya kalau membeli apa-apa mbok ya dirapatkan dulu,” tukasnya.
Persoalan tersebut memicu protes dari sejumlah warga yang mempertanyakan tata kelola usaha BUMDes, terlebih modal usaha berasal dari dana ketahanan pangan desa. Pemerintah desa pun telah memfasilitasi rapat bersama guna membahas polemik tersebut.
“Sudah dilakukan rapat ART, tetapi memang belum selesai,” pungkasnya.
Ke depan, pemerintah desa berencana mengalihkan pengembangan usaha BUMDes ke sektor pertanian kopi yang dinilai memiliki prospek ekonomi lebih baik dan berjangka panjang dibanding usaha peternakan ayam.
Namun hingga saat ini, aktivitas usaha BUMDes masih berhenti total dan kandang peternakan ayam sudah tidak lagi beroperasi. Sementara itu, pihak pengelola BUMDes belum memberikan keterangan resmi. Saat dikonfirmasi, yang bersangkutan disebut masih menghadiri kegiatan sosial kemasyarakatan.(red)
