BREAKING NEWS

Rumah Sakit Amal Sehat Raih Juara Favorit Napak Tilas Pangeran Sambernyowo di HUT Wonogiri Ke-285

 

Humas / HRD Rumah Sakit Amal Sehat Imawan Haris Nursalim


Wonogiri || Metrowilis.com – Tim Rumah Sakit Amal Sehat Slogohimo berhasil meraih Juara Favorit dalam kegiatan Napak Tilas Pangeran Sambernyowo yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Wonogiri ke-285 tahun 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi aktif dan totalitas mereka dalam mengikuti jejak perjuangan para leluhur bangsa.


Keikutsertaan RS Amal Sehat tahun ini menjadi perhatian tersendiri. Tidak sekadar hadir sebagai pendukung layanan kesehatan seperti tahun-tahun sebelumnya, rumah sakit tersebut turun langsung mengikuti rangkaian perjalanan napak tilas yang merekonstruksi perjuangan Pangeran Sambernyowo atau Raden Mas Said dalam melawan penjajahan VOC.


HRD sekaligus Humas RS Amal Sehat, Imawan Haris Nursalim mengatakan, keterlibatan penuh dalam kegiatan Hari Jadi Wonogiri kali ini merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang perjuangan rakyat Wonogiri.


“Biasanya kami hanya mengirimkan tim medis untuk mendukung kegiatan. Namun tahun ini kami ingin benar-benar terlibat dan ikut merasakan bagaimana semangat perjuangan para pendahulu ketika bergerilya melawan penjajah,” ujarnya.



Menurut Imawan, Napak Tilas Sambernyawa bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi momentum penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, loyalitas, dan persatuan yang diwariskan para pejuang bangsa.


Ia menilai, di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus modernisasi, generasi muda perlu terus diingatkan bahwa Wonogiri lahir dari sejarah panjang perjuangan dan pengorbanan.


“Perjuangan para leluhur tentu jauh lebih berat dibanding apa yang kita rasakan saat ini. Melalui napak tilas ini, setidaknya kita diajak untuk tidak melupakan sejarah dan tetap menanamkan semangat juang kepada generasi sekarang,” jelasnya.


Jejak Perjuangan Pangeran Sambernyowo


Sejarah Kabupaten Wonogiri tidak dapat dipisahkan dari sosok Raden Mas Said yang kemudian dikenal dengan gelar Pangeran Sambernyowo. Julukan tersebut lahir karena keberanian dan strategi gerilyanya yang membuat pasukan VOC ketakutan di medan perang.


Perjuangan Raden Mas Said dimulai dari kawasan Dusun Nglorog dan sejumlah wilayah perjuangan di Wonogiri pada 19 Mei 1741. Kawasan tersebut menjadi basis pertahanan sekaligus pusat konsolidasi perjuangan rakyat melawan penjajahan VOC dan kekuasaan kolonial saat itu.


Dari perjuangan panjang itulah kemudian lahir cikal bakal wilayah Wonogiri yang dikenal sebagai daerah penuh semangat perlawanan, keteguhan, dan kemandirian masyarakatnya.



Bagi masyarakat Wonogiri, sosok Pangeran Sambernyawa bukan hanya tokoh sejarah, melainkan simbol keberanian, kecerdasan strategi, serta pemersatu rakyat lintas golongan. Nilai-nilai itulah yang hingga kini masih dianggap relevan dalam menghadapi tantangan kehidupan modern.


Napak Tilas Sambernyawa sendiri menjadi media edukasi sejarah yang menghubungkan generasi masa kini dengan perjuangan para leluhur. Tidak hanya mengingat perjalanan fisik perjuangan, tetapi juga menanamkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap daerah.


“Manunggal Sedya”, Semangat Bersatu Membangun Wonogiri
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri ke-285 tahun ini mengangkat tema “Manunggal Sedya”, yang memiliki makna bersatunya tekad, semangat, dan tujuan seluruh masyarakat Wonogiri dalam membangun daerah.


Tema tersebut dinilai relevan dengan kondisi Wonogiri yang memiliki karakter wilayah beragam, mulai dari kawasan pegunungan, pertanian, hingga pesisir pantai selatan. Keberagaman itu membutuhkan persatuan kuat agar pembangunan berjalan selaras dan berkelanjutan.


“Wonogiri memiliki kompleksitas geografis dan karakter masyarakat yang sangat beragam. Karena itu, semangat persatuan menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan,” terang Imawan.
Menurutnya, semangat “Manunggal Sedya” juga tercermin dalam kegiatan Napak Tilas Sambernyawa, di mana seluruh peserta bergerak bersama tanpa memandang latar belakang.



Komitmen Hadir untuk Masyarakat


Raihan Juara Favorit yang diperoleh RS Amal Sehat menjadi simbol bahwa rumah sakit tidak hanya hadir sebagai institusi pelayanan kesehatan, tetapi juga bagian dari elemen masyarakat yang ikut menjaga nilai sejarah dan budaya daerah.


Keikutsertaan tersebut sekaligus menegaskan komitmen RS Amal Sehat untuk terus tumbuh bersama masyarakat Wonogiri melalui pelayanan kesehatan, kegiatan sosial, serta keterlibatan aktif dalam berbagai momentum budaya dan sejarah daerah.


Melalui peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri ke-285, RS Amal Sehat berharap semangat perjuangan Pangeran Sambernyawa dapat terus diwariskan kepada generasi muda sebagai inspirasi untuk membangun Wonogiri yang sehat, maju, tangguh, dan berdaya saing tanpa melupakan akar sejarah perjuangan para leluhur.(AZ)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar