Kadisdik Ponorogo: Kesalahan Berbahasa Bisa Picu Perundungan dan Pertikaian Sosial
PONOROGO, METROWILIS.COM – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Nurhadi Hanuri, mengingatkan pentingnya penggunaan bahasa yang baik dan tepat dalam kehidupan sehari-hari. Kesalahan dalam memilih dan menempatkan kata saat berkomunikasi dapat memicu perundungan hingga pertikaian sosial di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Nurhadi saat membuka Peringatan Bulan Bahasa tingkat Kabupaten Ponorogo di SMPN 1 Ponorogo, Kamis (29/10/2026).
Di hadapan para pelajar dan pendamping, Nurhadi menyoroti fenomena komunikasi di media massa maupun media sosial yang belakangan kerap diwarnai saling menghujat, menyalahkan, dan menggurui. Menurutnya, penggunaan bahasa harus memperhatikan etika agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun konflik.
“Semuanya berawal dari bahasa. Jika anak-anak salah menempatkan penggunaan kata, hal itu bisa menimbulkan perundungan dan pertikaian. Bahasa adalah sesuatu yang sakral untuk mengawali bagaimana kita bersosialisasi dan berkomunikasi dengan semua orang,” ungkap Nurhadi.
Ia juga menekankan pentingnya penguasaan tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dan bahasa Inggris. Bahasa Indonesia harus menjadi kebanggaan sekaligus alat pemersatu bangsa.
Sementara itu, bahasa Jawa sebagai bahasa ibu memiliki nilai penting dalam membentuk karakter dan etika, terutama dalam bersikap santun serta menghormati orang lain.
“Bagi orang Jawa, kalau ingin bermartabat dan memiliki perilaku terbaik, pelajarilah bahasa Jawa. Di situ ada penempatan etika, bagaimana bersopan santun, menghormati yang lebih tua, dan menghargai sesama,” paparnya.
Adapun bahasa Inggris, lanjutnya, menjadi bekal penting bagi pelajar untuk berkomunikasi dan memperluas pergaulan di tingkat internasional.
Peringatan Bulan Bahasa yang beriringan dengan momentum Sumpah Pemuda tersebut juga diisi berbagai kompetisi kebahasaan. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar di Kabupaten Ponorogo untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, bernalar, serta meningkatkan kreativitas di bidang sastra.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para pelajar tidak hanya mampu menguasai berbagai bahasa, tetapi juga memahami etika penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta komunikasi yang santun dan harmonis di tengah masyarakat.(AZ)
