BREAKING NEWS

Dwi Agus Prayitno Tegaskan PKB Ponorogo Harus Solid, Konsolidasi dan Kerja Nyata Jadi Kunci Lima Tahun ke Depan

 

Ketua DPC PKB Kabupaten Ponorogo Dwi Agus Prayitno, SH, MSi saat memberikan sambutan  pada kegiatan muskercab  dan pengukuhan pengurus DPC PKB Ponorogo masa bakti 2026–2031 di Aula Hotel Gajah Mada Ponorogo, Sabtu (24/10/2026).

PONOROGO, METROWILIS.COM – Pengukuhan kepengurusan bukan sekadar pergantian struktur atau seremoni organisasi. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi titik awal untuk memperkuat komitmen, menyatukan langkah, dan memastikan kehadiran partai benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat.

Pesan itulah yang ditegaskan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, S.H., M.Si., saat menyampaikan arah perjuangan partai dalam kegiatan Orientasi Politik, Muskercab  dan pengukuhan pengurus DPC PKB Ponorogo masa bakti 2026–2031 di Aula Hotel Gajah Mada Ponorogo, Sabtu (24/10/2026).

Di hadapan jajaran pengurus, Dwi Agus yang akrab disapa Kang We menekankan bahwa soliditas internal menjadi fondasi penting bagi perjalanan PKB selama lima tahun ke depan. Kekompakan bukan hanya dibutuhkan untuk menjaga organisasi tetap berjalan, tetapi juga menjadi kekuatan dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

“Saya mengajak seluruh pengurus, pada kesempatan kali ini, bagaimana kita bisa memperkuat soliditas, menjaga kekompakan, serta bekerja nyata demi kepentingan rakyat,” ajak Kang We.

Bagi Kang We, amanah kepengurusan harus diterjemahkan menjadi kerja konkret. Setiap pengurus dituntut memahami tanggung jawabnya, menjaga kebersamaan, dan membangun koordinasi agar seluruh program partai dapat berjalan searah dengan kepentingan masyarakat.

Ia mengingatkan, partai politik tidak cukup hanya aktif dalam kegiatan internal maupun agenda organisasi. Kehadirannya harus mampu menjawab kebutuhan warga, mendengarkan keluhan masyarakat, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang berkembang di tengah kehidupan sosial.


PKB Harus Dekat dengan Ulama dan Masyarakat Kecil
Kang We juga menegaskan pentingnya menjaga kedekatan PKB dengan ulama sekaligus memperkuat keberpihakan kepada masyarakat kecil. Menurutnya, kedua hal tersebut merupakan bagian penting dari karakter perjuangan partai yang harus terus dirawat.
Ia ingin PKB Ponorogo tumbuh sebagai organisasi yang terbuka terhadap aspirasi masyarakat, sekaligus mampu menjembatani kebutuhan warga dengan langkah-langkah nyata melalui peran para kader dan pengurus di berbagai tingkatan.

“Mari kita jadikan PKB sebagai rumah perjuangan yang dekat dengan ulama, berpihak kepada masyarakat kecil, serta hadir memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa arah perjuangan PKB Ponorogo periode 2026–2031 tidak hanya bertumpu pada penguatan struktur organisasi. Lebih jauh, partai diharapkan mampu membangun kepercayaan masyarakat melalui konsistensi sikap, kepedulian sosial, dan kerja yang dapat dirasakan manfaatnya.

Soliditas, dalam pandangan tersebut, bukan sekadar keseragaman langkah di antara pengurus. Soliditas juga harus menjadi kekuatan untuk menyatukan visi, memperkuat pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga agar setiap agenda organisasi tetap berpijak pada kepentingan rakyat.
Konsolidasi Politik Harus Dimulai Sejak Sekarang
Sementara itu, pengurus DPW PKB Jawa Timur, Zubaidi Muhtar, yang hadir mewakili DPP PKB, memberikan penekanan pada pentingnya pembenahan tata kelola organisasi. Ia mengingatkan bahwa kekuatan partai tidak cukup dibangun melalui struktur kepengurusan, tetapi juga membutuhkan sistem kerja yang modern, terencana, dan terukur.

Zubaidi meminta jajaran DPC, badan otonom, serta lembaga partai meninggalkan pola kerja yang tidak terencana. Menurutnya, organisasi harus dikelola secara profesional agar setiap program memiliki tujuan yang jelas, pelaksanaan yang terarah, serta hasil yang dapat dievaluasi.

Baginya, konsolidasi tidak boleh hanya menjadi agenda menjelang pemilihan umum. Persiapan menghadapi berbagai kontestasi politik harus dilakukan sejak dini melalui penguatan organisasi dan kedisiplinan kader.
“Persiapan Pileg, persiapan Pilkada, persiapan Pilpres dan seterusnya harus dimulai sekarang, dengan cara mengelola partai ini dengan sebaik-baiknya seakan-akan bahwa pemilu itu sudah tinggal satu minggu lagi,” kata Zubaidi saat dikonfirmasi awak media.(AZ)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar