Jejak Panjang Karier Komjen Pol Wahyu Widada, Mantan Kapolda Aceh, Kabareskrim,Kabaintelkam, Irwasum yang Kini Ditugaskan ke ATR/BPN
![]() |
| Komjen Pol Wahyu Widada |
JAKARTA // Metrowilis.com – Perjalanan karier Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Widada menjadi salah satu kisah panjang pengabdian di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Perwira tinggi yang pernah memimpin Polda Aceh tersebut telah melewati beragam penugasan strategis, mulai dari kepolisian kewilayahan, reserse, intelijen, hingga pengawasan internal Polri.
Kini, perjalanan kariernya kembali memasuki babak baru. Komjen Pol Wahyu Widada dimutasi dari jabatan Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri menjadi Perwira Tinggi (Pati) Itwasum Polri dengan penugasan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Jabatan Irwasum Polri yang ditinggalkannya kini dipercayakan kepada Komjen Pol Asep Edi Suheri.
Perubahan penugasan ini menandai berakhirnya masa jabatan Wahyu sebagai Irwasum yang mulai diembannya pada Agustus 2025. Sebelumnya, ia dikenal pernah menduduki sejumlah jabatan penting di Mabes Polri, termasuk Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) serta Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.
Lulusan Terbaik Akpol 1991
Seperti dilansir AJNN.net, Wahyu Widada lahir di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 11 September 1969. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 dan meraih penghargaan Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik.
Prestasi tersebut menjadi salah satu penanda awal perjalanan panjangnya di institusi kepolisian. Setelah menyelesaikan pendidikan Akpol, Wahyu terus mengembangkan kapasitas profesionalnya melalui berbagai pendidikan lanjutan.
Ia mengikuti pendidikan Sekolah Penerbang pada 1995, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 1998, Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri pada 2006, serta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri pada 2014. Ia juga pernah mengikuti program pascasarjana di Massey University.
Bekal pendidikan tersebut mengiringi perjalanan tugasnya di berbagai satuan kepolisian. Kariernya dimulai dari satuan Kepolisian Udara sebelum kemudian menempati sejumlah posisi operasional.
Wahyu pernah menjabat Kapolsek Metro Pademangan, Wakapolres Bekasi, Kapolres Pekalongan yang dikenal sangat dekat dengan wartawan dan masyarakat, Kapolres Metro Tangerang, hingga Kapolres Metro Tangerang Kota.
Pengalaman di tingkat kewilayahan itu menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya sebelum memperoleh kepercayaan untuk mengemban tanggung jawab yang lebih luas.
Pada 2013, ia ditunjuk sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Banten. Setelah itu, ia menjalani penugasan sebagai analis kebijakan di Bareskrim Polri serta menduduki sejumlah jabatan di bidang perencanaan dan sumber daya manusia.
Pernah Memimpin Polda Aceh
Nama Wahyu Widada juga memiliki catatan tersendiri dalam perjalanan kepolisian di Aceh.
Pada 2018, ia dipercaya menjadi Wakapolda Riau. Setahun kemudian, ia mendapat amanah sebagai Kapolda Gorontalo. Pada 2020, penugasannya berlanjut ke Aceh setelah dimutasi menjadi Kapolda Aceh.
Selama memimpin Polda Aceh, Wahyu bertanggung jawab atas penyelenggaraan tugas kepolisian di wilayah tersebut. Pengalaman memimpin satuan kewilayahan itu menjadi bagian dari rekam jejaknya sebelum kembali memperoleh penugasan di tingkat pusat.
Pada pertengahan 2021, Wahyu ditarik ke Mabes Polri untuk menjabat Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM).
Dalam posisi tersebut, ia juga diketahui menjadi Ketua Tim Penyusun Naskah Visi dan Misi Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo ketika mencalonkan diri sebagai Kapolri.
Penugasan di bidang sumber daya manusia memperluas pengalaman Wahyu, yang sebelumnya banyak berkecimpung dalam tugas operasional, reserse, dan kepemimpinan kewilayahan.
Menapaki Jabatan Jenderal Bintang Tiga
Karier Wahyu terus berkembang seiring kepercayaan yang diberikan pimpinan Polri.
Melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/498/II/KEP./2023 tertanggal 26 Februari 2023, ia diangkat menjadi Kabaintelkam Polri. Pada kesempatan tersebut, Wahyu juga memperoleh kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi atau jenderal bintang tiga.
Jabatan itu kemudian berganti ketika pada 24 Juni 2023 ia dipercaya memimpin Bareskrim Polri, menggantikan Komjen Pol Agus Andrianto yang diangkat menjadi Wakapolri.
Sebagai Kabareskrim, Wahyu berada di posisi strategis dalam penanganan berbagai perkara pidana yang menjadi perhatian masyarakat.
Sebelum menduduki jabatan tersebut, ia juga tercatat sebagai anggota tim khusus Polri dalam pengungkapan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Ketika menjabat Kabaintelkam, Wahyu turut memimpin sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri terhadap Irjen Pol Teddy Minahasa Putra setelah yang bersangkutan dijatuhi hukuman pidana dalam perkara narkotika.
Rangkaian penugasan itu memperlihatkan luasnya pengalaman Wahyu di sejumlah bidang penting kepolisian, mulai dari intelijen dan keamanan hingga penegakan hukum.
Dari Kabareskrim Menjadi Irwasum Polri
Setelah menjalani tugas sebagai Kabareskrim, Wahyu kembali mendapat kepercayaan untuk menempati jabatan strategis di lingkungan Mabes Polri.
Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1764/VIII/KEP./2025 tertanggal 5 Agustus 2025, ia dimutasi menjadi Irwasum Polri menggantikan Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Wahyu kemudian resmi dilantik oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada 19 Agustus 2025.
Sebagai Irwasum, ia menempati posisi yang berkaitan dengan fungsi pengawasan internal Polri. Jabatan tersebut menjadi bagian berbeda dari perjalanan kariernya setelah sebelumnya berkutat pada bidang intelijen, reserse, dan pengelolaan sumber daya manusia.
Namun, masa tugasnya sebagai Irwasum berlangsung hingga terbitnya surat telegram mutasi pada 2 Oktober 2026.
Kini, Komjen Pol Wahyu Widada berstatus Pati Itwasum Polri dengan penugasan di Kementerian ATR/BPN. Penugasan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdiannya sebagai perwira tinggi Polri.
Sebelumnya, pada Juli 2026, namanya juga sempat masuk dalam bursa calon Kapolri untuk menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Kehidupan Keluarga dan Kecintaan pada Alam Aceh
Di balik perjalanan kariernya di kepolisian, Wahyu Widada juga memiliki kehidupan keluarga yang turut mewarnai masa pengabdiannya.
Ia menikah dengan Sri Wahyuswinta dan dikaruniai dua orang putri.
Ketika mendampingi Wahyu bertugas sebagai Kapolda Aceh, Sri memiliki ketertarikan mendokumentasikan keindahan alam Tanah Rencong melalui fotografi.
Lanskap alam Aceh yang beragam kemudian dihimpun dalam sebuah buku berjudul Permata Tersembunyi di Ujung Sumatera.
Buku tersebut menjadi salah satu catatan visual mengenai kekayaan alam Aceh yang dikenal memiliki bentang alam mulai dari kawasan pegunungan hingga pesisir.
Bagi Wahyu Widada, Aceh merupakan salah satu bagian penting dari perjalanan pengabdiannya di kepolisian. Di wilayah itu, ia pernah dipercaya memimpin jajaran Polda sebelum kembali menempati sejumlah jabatan strategis di tingkat pusat.
Kini, dengan penugasan di Kementerian ATR/BPN, perjalanan panjang Komjen Pol Wahyu Widada kembali memasuki fase baru. Rekam jejaknya dari satuan operasional hingga jabatan pengawasan di Mabes Polri menjadi bagian dari perjalanan seorang perwira yang telah menempati berbagai posisi penting di institusi kepolisian.(AZ/red)
