BREAKING NEWS

13 Tahun Membesarkan PUDAM Tirta Katong, Lardi Tinggalkan Fondasi untuk Ekspansi Bisnis

 

Mantan Dirut PUDAM Ponorogo Lardi ST saat berfose bersama Plt Bupati Ponorogo Hj Lisdyarita, SH usai pelepasan Purna Tugas. 

Ponorogo || Metrowiilis.com - Tiga belas tahun bukan waktu yang singkat. Dari sebuah lembaga dengan keterbatasan jumlah karyawan, fasilitas, dan pelanggan, Perumda Air Minum (PUDAM) Tirta Katong Kabupaten Ponorogo kini tumbuh menjadi perusahaan daerah dengan aset dan jangkauan layanan yang jauh lebih besar.

Perjalanan panjang itu menjadi bagian dari catatan pengabdian Lardi, S.T., yang memimpin PUDAM Tirta Katong sejak Januari 2013 hingga Januari 2026.
Momentum pelepasan purna tugas Lardi yang dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita beserta jajaran, Rabu (30/9/2026), menjadi ruang untuk mengenang perjalanan tersebut sekaligus melihat arah masa depan PUDAM Tirta Katong.

Plt. Kepala PUDAM Tirta Katong, Gunadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi Lardi selama memimpin perusahaan.
Di bawah kepemimpinan Lardi selama 13 tahun, nilai aset PUDAM Tirta Katong mengalami peningkatan signifikan. Dari sebelumnya sekitar Rp13 miliar, kini nilai aset perusahaan telah mencapai sekitar Rp60 miliar.

Menurut Gunadi, capaian tersebut tidak lepas dari kerja keras dan komitmen seluruh jajaran perusahaan dalam mengembangkan PUDAM Tirta Katong dari waktu ke waktu.
Kini, tantangan berikutnya adalah bagaimana mempertahankan capaian tersebut sekaligus membuka ruang pertumbuhan baru.

Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah ekspansi bisnis melalui produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).
Gunadi mengatakan, proses pendaftaran merek AMDK PUDAM Tirta Katong saat ini sedang berjalan. Pihaknya telah mengusulkan lima pilihan nama merek untuk diproses terkait perizinan dan legalitas.

" Saat ini izin AMDK sedang berproses. Harapan kita, pada akhir tahun ini atau awal tahun depan produk AMDK PUDAM Tirta Katong sudah bisa mulai diproduksi," ungkap Gunadi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan bisnis perusahaan agar PUDAM tidak hanya bertumpu pada layanan air perpipaan, tetapi juga mampu mengembangkan sumber pendapatan baru.

Dalam forum silaturahmi bersama jajaran Dewan Pengawas dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Ponorogo tersebut, Gunadi juga memaparkan kondisi terkini perusahaan, mulai dari struktur ketenagakerjaan, jumlah pelanggan hingga rencana pengembangan usaha.

Saat ini PUDAM Tirta Katong diperkuat 89 pegawai. Terdiri dari 14 tenaga kontrak, enam karyawan magang, delapan tenaga outsourcing dan 61 pegawai tetap.
Dari sisi pelayanan, hingga akhir September 2026 jumlah pelanggan terpasang tercatat sebanyak 28.984 Sambungan Rumah (SR). Sedangkan pelanggan aktif mencapai 25.475 SR.

Namun, angka tersebut masih menyisakan ruang yang sangat besar untuk dikembangkan.
Gunadi menyebut cakupan pelayanan PUDAM Tirta Katong saat ini baru sekitar delapan persen dari total populasi masyarakat Kabupaten Ponorogo yang berada pada kisaran 800 ribu hingga 900 ribu jiwa.

Karena itu, manajemen memasang target peningkatan cakupan pelayanan hingga minimal 20 persen.
"Cakupan layanan kita saat ini baru sekitar 8 persen dari jumlah penduduk Ponorogo. Kedepan, kita menargetkan cakupan ini dapat ditingkatkan minimal menjadi 20 persen. Penambahan jumlah pelanggan ini tentunya akan berimbas pada peningkatan pendapatan perusahaan dan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemkab Ponorogo," ujar Gunadi.

Target tersebut sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi jajaran manajemen ke depan. Perluasan jaringan, penambahan pelanggan, peningkatan kualitas pelayanan dan inovasi bisnis menjadi bagian penting agar pertumbuhan PUDAM dapat terus berlanjut.
Di tengah agenda melihat masa depan perusahaan, sosok Lardi justru mengingatkan bahwa kemajuan yang telah dicapai bukanlah alasan untuk berhenti berbenah.

Lardi, ST saat menerima cindera mata dan kenang kenangan dari Plt Bupati Ponorogo Hj Lisdyarita, SH


Dalam prapidatonya, Lardi mengenang masa awal ketika dirinya bergabung sekitar 13 tahun lalu. Saat itu, kondisi perusahaan masih jauh lebih sederhana. PUDAM hanya memiliki sekitar 22 karyawan dan 15 unit atau fasilitas, sementara jumlah pelanggan masih berada pada kisaran belasan ribu.

Perubahan kemudian dilakukan secara bertahap melalui kerja bersama seluruh jajaran.
"Upaya kami untuk mengembangkan ini luar biasa. Namun, ketika perubahan dan kemajuan itu sudah kita rasakan bersama, ini harus kita pertahankan dan terus kita kembangkan," ujar Lardi.

Pesan tersebut menjadi salah satu catatan penting yang ditinggalkan Lardi. Menurutnya, capaian yang telah diperoleh jangan sampai membuat jajaran manajemen dan karyawan cepat berpuas diri.

Justru, kemajuan yang sudah diraih harus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh.
Pelepasan purna tugas itu pun bukan sekadar seremoni berakhirnya masa pengabdian seorang direktur. Lebih dari itu, menjadi momentum estafet bagi PUDAM Tirta Katong untuk melanjutkan fondasi yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Plt. Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi Lardi yang telah ikut membesarkan PUDAM Tirta Katong.
Ia berharap jajaran manajemen dan seluruh karyawan terus menjaga semangat untuk mengembangkan perusahaan, melakukan inovasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Kita harapkan manajemen ini semakin baik, terus berkembang, semangatnya ditambah lagi. Dan terus berinovasi sehingga kemajuan anak semakin dirasakan," jelasnya.
Lisdyarita juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Lardi selama memimpin PUDAM Tirta Katong. Menurutnya, dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan menjadi bagian dari perjalanan perkembangan perusahaan hingga seperti sekarang.
Kini, tongkat estafet pengembangan PUDAM Tirta Katong berada di tangan generasi berikutnya.

Dengan aset yang terus bertumbuh, hampir 29 ribu sambungan rumah terpasang, target perluasan cakupan pelayanan hingga 20 persen, serta rencana menghadirkan produk AMDK, PUDAM Tirta Katong memiliki agenda besar untuk masa depan.

Perjalanan 13 tahun Lardi telah meninggalkan fondasi. Tantangan berikutnya adalah bagaimana fondasi tersebut terus dijaga, dikembangkan dan diterjemahkan menjadi pelayanan air bersih yang semakin luas bagi masyarakat Ponorogo, sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah.(AZ) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar