Mahasiswa Lintas Kampus dan Negara Gelar Pemberdayaan Masyarakat di Karangpatihan Ponorogo
PONOROGO, Metrowilis.com – Puluhan mahasiswa lintas kampus dan negara yang tergabung dalam The World Solidarity Camp 2026 menggelar kegiatan pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat di Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari UIN Raden Mas Said Surakarta, UIN Ponorogo, UIN KHAS Jember, dan UIN Sunan Kudus. Sejumlah mahasiswa internasional dari berbagai negara, antara lain Kazakhstan, Pakistan, Bangladesh, dan Nigeria, turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka merupakan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Indonesia.
Fasilitator The World Solidarity Camp 2026, Dr. Moh. Rifqi Umam, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa sekaligus bentuk kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya komunitas penyandang disabilitas di Desa Karangpatihan.
“Konsep kegiatannya adalah pembelajaran dan pemberdayaan langsung bersama komunitas penyandang disabilitas Desa Karangpatihan,fokusnya antara lain adalah pengembangan batik ciprat ke mancanegara,” jelas Dr. Moh. Rifqi Umam kepada metrowilis.com Sabtu 17 Oktober 2026.
Berbagai kegiatan dilakukan secara kolaboratif, mulai dari pembuatan keset berbahan kain perca, produksi Batik Ciprat, lukisan kolaboratif, hingga pengembangan promosi digital dan penyusunan katalog produk hasil karya masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di tengah masyarakat, tetapi juga berkesempatan memahami secara langsung pentingnya solidaritas kemanusiaan, kepedulian sosial, dan pemberdayaan yang inklusif.
Menurut Rifqi, visi dan misi The World Solidarity Camp 2026 adalah menumbuhkan solidaritas kemanusiaan lintas bangsa, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun semangat pemberdayaan masyarakat yang memberikan ruang bagi semua kalangan untuk berkembang.
“Targetnya adalah memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa sekaligus menghasilkan kontribusi konkret bagi komunitas, serta membuka peluang kerja sama pemberdayaan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
![]() |
| Sejumlah mahasiswa dari berbagai negara yang melakukan pemberdayaan masyarakat di Desa Karangpatihan yang tergabung dalam The World Solidarity Camp 2026 |
| Sementara itu, Kepala Desa Karangpatihan, Eko Mulyadi, S.IP., M.Pd., menyambut gembira kehadiran para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan negara tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk memperluas jejaring kerja sama sekaligus mengembangkan potensi usaha masyarakat setempat. |
“Kami menyambut gembira kedatangan tamu istimewa dalam program The World Solidarity Camp 2026. Mereka hadir dari berbagai negara dan akan berkolaborasi bersama kita dalam rangka melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat,” kata Eko Mulyadi.
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama kolaborasi tersebut adalah mendorong pengembangan usaha produksi Batik Ciprat yang selama ini menjadi salah satu produk unggulan masyarakat Desa Karangpatihan.
Eko berharap, melalui keterlibatan mahasiswa lintas negara, pemasaran Batik Ciprat tidak hanya berkembang di pasar dalam negeri, tetapi juga mampu menjangkau pasar internasional.
“Salah satu fokusnya adalah bagaimana pengembangan usaha produksi Batik Ciprat agar tidak hanya berada di Indonesia, tetapi juga bisa ke mancanegara,” pungkasnya.
Kegiatan The World Solidarity Camp 2026 diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa internasional, pemerintah desa, dan komunitas penyandang disabilitas. Selain memperkaya pengalaman mahasiswa, kegiatan ini juga diharapkan membuka peluang pemasaran produk lokal serta mendorong pemberdayaan masyarakat Karangpatihan secara berkelanjutan.(AZ)

