Sinuwun Purboyo Langsung Lepas "Arak Arakan", Sekaten dan Hajad Dalem Pareden Garebeg Mulud Karaton Kasunanan Surakarta Meriah, Ribuan Masyarakat Hadiri Rangkaian Maulid Nabi
SURAKARTA || Metrowilis.com - Perayaan Sekaten dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Surakarta berlangsung meriah. Rangkaian tradisi Hajad Dalem Paredan Garebeg Mulud Tahun BE 1960 Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat tersebut digelar selama sepekan, mulai 19 hingga 26 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada 5–12 Rabiul Awal 1448 Hijriah itu dihadiri ribuan masyarakat, para abdi dalem, sentono dalem, serta sejumlah tokoh yang turut mengikuti rangkaian tradisi budaya dan keagamaan tersebut. Sinuwun Purboyo melepas secara langsung arak arakan dari dalam keraton yang menuju ke Masjid Agung Surakarta dengan penuh wibawa dan sakral.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan Garebeg Mulud pada 19 Agustus 2026. Selanjutnya, pada 20–26 Agustus, masyarakat dapat menyaksikan tradisi Sekaten dengan dibunyikannya gamelan pusaka Sekati, yakni Kanjeng Kyai Guntur Madu dan Kanjeng Kyai Guntur Sari.
Selain tradisi gamelan Sekaten, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan setelah salat Magrib hingga Isya di serambi Masjid Agung Surakarta.
Puncak rangkaian kegiatan berlangsung pada 26 Agustus 2026 melalui Hajad Dalem Pareden Garebeg Mulud. Tradisi tersebut menjadi salah satu rangkaian penting dalam perayaan Maulid Nabi sekaligus menjadi bagian dari warisan budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang terus dilestarikan.
Dalam kesempatan tersebut, Gusti Dipo turut menyampaikan pesan mengenai makna dan nilai yang terkandung dalam tradisi Sekaten dan Garebeg Mulud. Ia juga menyampaikan ungkapan “nomo kinarto jopo” sebagai bagian dari pesan yang disampaikan dalam rangkaian acara.
Kemeriahan perayaan semakin terasa dengan hadirnya H. Abah Aksa, seorang pengusaha asal Tangerang. Kehadirannya tidak hanya untuk mengikuti rangkaian kegiatan, tetapi juga memberikan dukungan kepada para abdi dalem yang hadir dalam perayaan tersebut.
Dukungan itu diwujudkan dengan memberikan bantuan kepada para abdi dalem sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan terhadap mereka yang turut menjaga serta melestarikan tradisi budaya Keraton.
Sementara itu, putra Abah Aksa menyampaikan pesan keagamaan kepada masyarakat yang hadir. Menurutnya, manusia ketika datang ke dunia tidak membawa apa-apa dan pada akhirnya akan kembali menghadap Allah SWT dengan membawa amal perbuatannya.
“Manusia datang ke alam dunia tidak membawa apa-apa, maka akan datang kepada Allah dengan membawa amal baik,” terangnya.
Ia mengajak masyarakat untuk senantiasa mencintai Allah SWT sebagai pemilik seluruh kehidupan dan dunia.
“Cintailah Allah yang memiliki dunia, maka akan mendapat rida Allah,” ucapnya.
Perayaan Sekaten dan Hajad Dalem Pareden Garebeg Mulud tersebut tidak hanya menjadi momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi dan budaya Jawa yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Antusiasme ribuan masyarakat yang hadir menunjukkan bahwa tradisi Sekaten masih memiliki tempat kuat di tengah masyarakat dan menjadi salah satu perayaan budaya-keagamaan yang dinantikan setiap tahun di Kota Surakarta.(AZ)




