Sentuhan Kepedulian untuk Masa Depan PSHW-TM Ponorogo, Ipong Memberikan Tali Asih Sebesar Rp 50 Juta
PONOROGO || Metrowilis.com- Sebuah langkah besar menuju terwujudnya padepokan impian Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHW-TM) Cabang Ponorogo mulai terlihat nyata. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang selama ini menjadi ruh organisasi kembali menguat saat bantuan dana tali asih sebesar Rp50 juta dari H. Ipong Muchlissoni diserahkan kepada Panitia Gerakan Sepuluh Ribu (GSR) PSHW-TM Cabang Ponorogo, Jumat (17/7/2026).
Bertempat di Sekretariat PSHW-TM Ranting Kota, Jalan Sultan Agung Nomor 112, Kelurahan Nologaten, Kecamatan Ponorogo, suasana penuh keakraban dan kekeluargaan mewarnai prosesi penyerahan bantuan tersebut. Dana diserahkan oleh Erick Rachmadian kepada Ketua Panitia GSR PSHW-TM Cabang Ponorogo, Riza Maheru Fatta, disaksikan jajaran pengurus cabang dan para saudara tua PSHW-TM.
Bagi keluarga besar PSHW-TM Ponorogo, bantuan tersebut bukan sekadar angka nominal, melainkan simbol dukungan dan harapan untuk mewujudkan cita-cita bersama memiliki padepokan atau sekretariat permanen sebagai pusat kegiatan organisasi.
Erick Rachmadian menyampaikan bahwa bantuan dari H. Ipong Muchlissoni merupakan bentuk kepedulian terhadap perjuangan panjang keluarga besar PSHW-TM Ponorogo dalam menggalang dana pembelian tanah yang akan digunakan sebagai lokasi padepokan.
“Bantuan ini merupakan amanah yang sangat berarti. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak H. Ipong Muchlissoni atas perhatian dan dukungannya. Semoga niat baik ini menjadi amal kebaikan dan memberikan manfaat besar bagi keluarga besar PSHW-TM Ponorogo,” ujarnya.
Di balik semangat Gerakan Sepuluh Ribu, tersimpan harapan ribuan anggota yang menginginkan adanya rumah bersama sebagai pusat silaturahmi, pembinaan atlet, penyimpanan arsip organisasi, hingga tempat bermusyawarah dalam menentukan arah perjalanan organisasi ke depan.
Ketua Panitia GSR PSHW-TM Cabang Ponorogo, Riza Maheru Fatta, mengungkapkan bahwa gerakan pengumpulan dana yang melibatkan seluruh sub ranting dan ranting tersebut telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sebelum bantuan diterima, dana yang berhasil dihimpun telah mencapai Rp355 juta. Dengan tambahan bantuan Rp50 juta, total dana yang terkumpul kini menjadi Rp405 juta.
“Alhamdulillah, dana yang terkumpul ini akan kami gunakan sebagai uang muka atau down payment pembelian tanah yang berlokasi di Desa Pondok, Kecamatan Babadan. Ini menjadi langkah awal yang sangat penting menuju terwujudnya padepokan PSHW-TM Cabang Ponorogo,” jelasnya.
Menurut Riza, gagasan membangun padepokan lahir dari aspirasi dan mimpi bersama para saudara seasuhan yang selama bertahun-tahun mendambakan adanya pusat kegiatan yang representatif dan menjadi simbol kebersamaan warga PSHW-TM di Ponorogo.
Kelak, apabila cita-cita tersebut terwujud, padepokan tidak hanya menjadi bangunan fisik semata. Lebih dari itu, tempat tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, melestarikan nilai-nilai luhur organisasi, membina generasi muda, serta menjadi pusat aktivitas yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Momentum penyerahan dana tali asih ini pun menjadi bukti bahwa semangat samat sinamatan masih hidup dan tumbuh di tengah keluarga besar PSHW-TM. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk para tokoh masyarakat dan para sesepuh, menjadi energi positif yang menguatkan langkah organisasi dalam mewujudkan impian yang selama ini diperjuangkan bersama.
Di tengah hangatnya suasana persaudaraan, satu harapan terus mengalir dari setiap anggota: semoga tanah yang akan dibeli segera menjadi awal berdirinya padepokan PSHW-TM Cabang Ponorogo, rumah besar yang kelak menjadi saksi perjalanan panjang persaudaraan, pengabdian, dan kebersamaan lintas generasi.(Red)
