Jumat Berkah, LI BAPAN Ponorogo Bagikan Nasi Kotak untuk Tukang Becak, PKL, Kuli Panggul dan Tukang Parkir
![]() |
Ketua LI BAPAN Cabang Ponorogo Hadi Santoso beserta jajaran pengurusnya saat memberikan nasi kotak untuk sarapan pagi kepada tukang becak Jumat 1 Agustus 2025 |
Ponorogo, metrowilis.com — Dalam semangat Jumat Berkah, Lembaga Investigasi Badan Advokasi Penyelamatan Aset Negara Republik Indonesia (LI BAPAN RI) Cabang Ponorogo membagikan sarapan pagi berupa nasi kotak kepada para pekerja sektor informal. Mereka yang mendapat santunan antara lain tukang becak, pedagang kaki lima (PKL), kuli panggul pasar, tukang parkir, dan tukang ojek.
Kegiatan berbagi tersebut berlangsung pada Jumat pagi, 1 Agustus 2025, menyasar kawasan sekitar Taman Sukowati dan Pasar Legi Ponorogo.
![]() |
Pengurus LI BAPAN Cabang Ponorogo |
Ketua LI BAPAN Cabang Ponorogo, Hadi Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial dari organisasi yang dipimpinnya.
"Ini bentuk perhatian dan kebaikan dari pengurus BAPAN Ponorogo. Meskipun sederhana, pembagian nasi kotak ini adalah bagian dari perintah agama untuk bersedekah kepada saudara-saudara kita yang kurang beruntung," ujar Hadi saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia juga berharap kegiatan semacam ini membawa keberkahan, tidak hanya bagi para penerima manfaat, tetapi juga bagi organisasi LI BAPAN sendiri. Menurut Hadi, lembaganya tidak hanya bergerak di bidang advokasi hukum dan pengawasan aset negara, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
"Dengan Jumat Berkah ini, semoga organisasi kami juga mendapat keberkahan, sesuai dengan instruksi dari ketua kami di pusat," imbuhnya.
Berdasarkan pantauan tim metrowilis.com, para pengurus LI BAPAN Ponorogo mendatangi langsung sejumlah tukang becak, kuli panggul, tukang parkir, hingga pedagang kecil yang berada di perempatan Taman Sukowati hingga area Pasar Legi. Mereka membagikan nasi kotak untuk sarapan dengan penuh keramahan dan semangat kebersamaan.
"Kami datangi satu per satu — tukang becak, tukang parkir, kuli panggul, tukang ojek — kami beri nasi kotak untuk sarapan. Semoga bermanfaat. Ke depan, jika kami memiliki rejeki lebih, insyaAllah akan kami perluas lagi," tutur Hadi.
Ia pun mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan lebih untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial seperti ini.
"Kalau ada teman-teman lain yang mau ikut berbagi seperti ini, kami sangat mengapresiasi. Harapannya, mereka yang belum sempat sarapan bisa menikmati pagi dengan senyuman meski hanya dengan sebungkus nasi," pungkas Hadi Santoso.(AZ)