Bersih Desa Paringan 2026, Warga Gelar Khataman Al-Qur’an hingga Kirab Ratusan Ambengan Sedekah Bumi
![]() |
| Pemdes dan Masyarakat Paringan saat mengkhatamkan Al Quran dalam rangka Bersih Desa Paringan Tahun 2026. |
PONOROGO || Metrowilis.com- Tradisi Bersih Desa kembali digelar masyarakat Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Rabu (13/5/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan meriah sebagai bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas limpahan rezeki dan keselamatan bagi seluruh warga desa.
Rangkaian acara diawali dengan khataman Al-Qur’an pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah itu, warga bersama perangkat desa melaksanakan ziarah ke makam pendiri atau babat Desa Paringan, Eyang Pronoijoyo, yang berada di Makam Tamanan desa setempat.
Malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan puncak acara bertajuk Keselamatan Rakyat Rosulusada yang dimeriahkan kirab ratusan ambengan atau tumpeng sedekah bumi keliling desa.
Kepala Desa Paringan, K.R.A. Suwendi Wijoyonagoro, SH, M.Si mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan merupakan tradisi tahunan yang terus dijaga sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus ungkapan syukur masyarakat.
![]() |
| Kepala Desa Paringan, K.R.A. Suwendi Wijoyonagoro, SH, M.Si saat berziarah ke malam pendiri atau babat desa Paringan Eyang Pronoijoyo beserta perangkat dan tokoh agama setempat. |
“ Kegiatan ini dalam rangka malam puncak sedekah bumi dan bersih desa. Prosesnya diawali dari khataman Al-Qur’an tadi siang pukul 13.00 WIB, kemudian pukul 14.00 WIB dilanjutkan ziarah ke babat Desa Paringan Eyang Pronoijoyo. Kemudian malam ini menjadi malam puncak keselamatan rakyat Rosuluhusada dengan mengkirab ratusan tumpeng sedekah bumi,” terang Suwendi.
Ia berharap melalui kegiatan Bersih Desa dan Sedekah Bumi tersebut, masyarakat Desa Paringan mendapatkan keberkahan, kesejahteraan, serta dijauhkan dari berbagai musibah.
“Saya berharap dengan adanya bersih desa dan sedekah bumi ini ke depannya Paringan diberikan kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh warga. Dimudahkan mencari rezeki, dimudahkan segala urusannya. Yang petani diberikan hasil panen melimpah dan dijauhkan dari hama. Yang meniti karir diberikan karir yang bagus dan cemerlang. Yang sedang menempuh pendidikan diberikan masa depan yang baik. Yang berwirausaha diberikan usaha yang sukses. Dan seluruh warga Paringan dijauhkan dari segala marabahaya,” harapnya.
Tradisi Bersih Desa sendiri menjadi salah satu budaya yang masih lestari di sejumlah wilayah Ponorogo. Selain mempererat kebersamaan warga, kegiatan tersebut juga menjadi momentum menjaga nilai gotong royong, spiritualitas, serta kearifan lokal masyarakat pedesaan.(AZ)


