Ribuan Paket Sembako dari Sinuhun Purboyo, Hangatkan Baluwarti Jelang Idul Fitri
![]() |
G.K.R.P. Timoer Rumbai Kusuma Dewayani saat menyerahkan bantuan dari Pakubuwono XIV kepada masyarakat |
Surakarta | Metrowilis.com - Siang itu, Selasa (17/3/2026), suasana di kawasan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, tampak berbeda dari hari-hari biasanya. Warga berduyun-duyun menuju Sasono Putro, membawa secarik kupon di tangan, menyimpan harap sederhana: pulang dengan senyum dan sedikit keringanan menjelang Hari Raya.
Di balik tembok kokoh Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, tradisi kepedulian kembali dihidupkan. Sri Susuhunan Pakubuwono XIV menyalurkan ribuan paket sembako bagi warga Baluwarti, abdi dalem, hingga sentono dalem—sebuah rutinitas tahunan yang selalu dinanti menjelang Idul Fitri.
Sejak pukul 11.00 WIB, antrean mulai terbentuk. Wajah-wajah penuh harap tampak sabar menunggu giliran. Tak sekadar pembagian bantuan, momen ini seperti ruang temu antara Karaton dan rakyatnya—hangat, dekat, dan penuh makna.
Sekitar 2.000 paket sembako disiapkan. Isinya mungkin sederhana, namun bagi sebagian warga, bantuan ini menjadi penopang penting untuk menyambut hari kemenangan dengan lebih tenang.
Di tengah kegiatan itu, GKR Panembahan Timoer hadir mewakili Sinuhun. Dengan penuh ketulusan, ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud nyata perhatian Karaton kepada masyarakatnya.
“Ini adalah agenda rutin setiap menjelang Idul Fitri. Kami ingin seluruh keluarga besar Karaton, termasuk masyarakat Baluwarti, bisa merasakan kebahagiaan dalam menyambut hari raya,” ujarnya.
![]() |
| KPA Singgonegoro saat menyampaikan bantuan sembakau dari Sinuwun Pakubuwono XIV kepada masyarakat sekitar di keraton |
Di sisi lain, KPA Singonegoro menambahkan bahwa peran Karaton tidak berhenti pada pelestarian budaya. Lebih dari itu, Karaton juga hadir sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
“Karaton bukan hanya pusat budaya, tapi juga memiliki tanggung jawab sosial. Sinuhun ingin keberadaan Karaton benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.
Bagi warga seperti Teddy, bantuan ini bukan sekadar paket sembako. Ada rasa diperhatikan, ada ikatan yang terasa nyata.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Terima kasih kepada Sinuhun dan seluruh pihak Karaton,” tuturnya dengan mata berbinar.
Menjelang Idul Fitri, ketika kebutuhan meningkat dan beban ekonomi kerap terasa lebih berat, kegiatan seperti ini menjadi oase kecil di tengah kehidupan warga. Lebih dari sekadar bantuan materi, ada nilai kebersamaan yang terjaga, ada tradisi yang terus hidup.
Di Baluwarti, hari itu bukan hanya tentang sembako yang dibagikan. Tapi tentang bagaimana sebuah warisan budaya tetap berjalan seiring kepedulian sosial—menguatkan, mengayomi, dan menghadirkan harapan.(AZ)

