Jelang Idul Fitri 2026, Stok Beras Bulog Ponorogo Aman hingga 6 Bulan ke Depan
![]() |
| Kepala Cabang Bulog Ponorogo Budiwan Susanto |
Ponorogo | Metrowilis.com- Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, ketersediaan beras di gudang Bulog Ponorogo dipastikan dalam kondisi aman. Perum Bulog Cabang Ponorogo mencatat persediaan beras mencapai sekitar 60.000 ton yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.
Kepala Cabang Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto, mengatakan stok beras tersebut menjadi jaminan bagi stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah Ponorogo dan sekitarnya.
“Alhamdulillah sangat aman. Kami memiliki stok sekitar 60.000 ton dan menurut perkiraan kami ini bisa bertahan sampai enam bulan ke depan,” ujar Budiwan Susanto kepada metrowilis.com saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (18/3/2026) didampingi Bagian Keuangan Wakhid
Selain menjaga stok beras, Bulog Ponorogo juga aktif melakukan penyerapan hasil panen petani. Hingga saat ini, Bulog telah menyerap sekitar 36.000 ton gabah dari petani. Sementara untuk komoditas jagung, jumlah yang telah diserap mencapai sekitar 7.000 ton.
“Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Kalau kita lihat kondisi di lapangan juga tidak terjadi gejolak. Untuk menghadapi Lebaran kami juga sudah berkomunikasi dengan dinas terkait,” jelasnya.
Untuk menjaga stabilitas harga di pasaran, Bulog Ponorogo juga terus menggencarkan program gerakan pasar murah dengan menjual beras Program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di sejumlah pasar tradisional.
Menurut Budiwan, dari hasil pemantauan di lapangan harga beras medium saat ini masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Selain itu, harga minyak goreng juga relatif stabil.
“Alhamdulillah kemarin kami cek di lapangan harga beras medium masih di bawah HET. Kemudian harga minyak goreng juga masih sekitar Rp15.000,” tambahnya.
Sementara itu, terkait pendistribusian jagung, Bulog masih menunggu arahan dari pemerintah pusat. Pada tahun sebelumnya, distribusi jagung dilakukan langsung kepada peternak.
“Kalau tahun lalu memang pengeluaran jagung ditujukan langsung ke peternak. Jadi nanti peternak telur diharapkan dalam menghadapi Lebaran tidak ada surge pricing atau lonjakan harga berbasis permintaan,” pungkasnya. (AZ)
