Banser Ponorogo Tegak Lurus Satu Barisan, Siap Kawal Muktamar NU ke-36 di Jombang
![]() |
| Yoyok HS, Kasatkorcab Banser Ponorogo sekaligus Komandan Apel Purifikasi Satkorcab Banser Kabupaten Ponorogo di Kawasan Monumen Reog Sampung Ponorogo |
PONOROGO || Metrowilis.com - Ratusan personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Ponorogo berkumpul di kawasan Museum Reog Sampung. Bukan sekadar apel organisasi, kegiatan tersebut menjadi penegasan sikap dan komitmen Banser Ponorogo untuk tetap berdiri dalam satu barisan, menjaga marwah organisasi, sekaligus mengawal perjuangan Nahdlatul Ulama (NU).
Di bawah komando apel, Yoyok HS menegaskan bahwa Banser Ponorogo siap mengambil bagian dalam mengamankan dan menyukseskan pelaksanaan Muktamar NU ke-36 yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026 mendatang.
“Banser tegak lurus, satu barisan, mengunci marwah, mengawal syahadah perjuangan,” tegas Yoyok saat di konfirmais usai apel tersebut.
Kalimat itu menjadi pesan utama yang disampaikan kepada seluruh personel. Bagi Banser, pengabdian bukan hanya ditunjukkan melalui kesiapsiagaan di lapangan, tetapi juga melalui loyalitas, kedisiplinan dan khidmat kepada organisasi serta perjuangan NU.
Ratusan personel Banser yang mengikuti apel tampak memenuhi kawasan Museum Reog Sampung. Dengan seragam khasnya, mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh disiplin.
Apel tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, SH, M.Si, yang sekaligus bertindak sebagai inspektur apel. Hadir pula Plt Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita, sejumlah tokoh NU, serta para senior Banser Ponorogo.
Kehadiran para tokoh tersebut memberikan warna tersendiri. Apel bukan hanya menjadi ruang konsolidasi bagi personel Banser, tetapi juga menjadi momentum untuk mempertemukan generasi muda Banser dengan para senior yang selama ini telah lebih dahulu memberikan pengabdian.
Dari Apel Menuju Khidmat Perjuangan
Kesiapan Banser Ponorogo menghadapi Muktamar NU ke-36 menjadi bagian penting dari agenda konsolidasi tersebut.
Muktamar yang akan berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang diproyeksikan menjadi salah satu agenda besar NU. Karena itu, kesiapan unsur Banser dalam membantu pengamanan dan kelancaran kegiatan menjadi bagian dari khidmat organisasi.
Yoyok menegaskan, Banser Ponorogo akan menjalankan tugas tersebut dengan penuh tanggung jawab. Personel yang diterjunkan nantinya tidak hanya dituntut memiliki kesiapan fisik, tetapi juga kemampuan menjaga ketertiban serta mengedepankan sikap humanis.
Semangat “satu barisan” menjadi modal utama. Sebab, menurutnya, kekuatan Banser bukan hanya terletak pada jumlah personel, melainkan pada soliditas dan kesamaan langkah dalam menjalankan amanah organisasi.
"Menghormati Senior, Merawat Pengabdian, " lanjut Yoyok yang juga Kasatkorcab Banser Ponorogo ini.
Di tengah suasana apel yang sarat dengan semangat kebersamaan, kegiatan juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah Banser senior.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas perjalanan panjang pengabdian para senior yang telah memberikan waktu, tenaga dan pikiran untuk Banser serta NU di Kabupaten Ponorogo.
Bagi generasi Banser saat ini, keberadaan para senior menjadi bagian penting dari mata rantai perjuangan organisasi. Pengalaman dan keteladanan mereka menjadi bekal bagi kader-kader muda untuk meneruskan pengabdian.
“Khidmat Banser” pun tidak berhenti pada apel dan kesiapsiagaan pengamanan. Semangat tersebut juga diwujudkan melalui kepedulian sosial.
Dalam kesempatan yang sama, panitia memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut menjadi pengingat bahwa keberadaan Banser di tengah masyarakat bukan hanya ketika dibutuhkan untuk pengamanan kegiatan besar, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan kepedulian dan uluran tangan.
Menatap Jombang
Dari kawasan Museum Reog Sampung, pesan itu kemudian dibawa menuju agenda yang lebih besar di Jombang.
Muktamar NU ke-36 pada akhir Agustus nanti akan menjadi salah satu panggung penting bagi perjalanan organisasi. Dan Banser Ponorogo memastikan diri menjadi bagian dari barisan yang siap mengawal seluruh rangkaian kegiatan.
Bagi mereka, menjaga keamanan bukan sekadar menjalankan tugas teknis. Di balik seragam dan barisan yang rapi, terdapat semangat pengabdian yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Tegak lurus. Satu barisan. Menjaga marwah. Mengawal perjuangan.
"Itulah semangat yang kini dibawa Banser Ponorogo menuju Tambakberas, Jombang," pungkasnya.(AZ)
