BREAKING NEWS

Tokoh Besar Abah Agus Zamroni: Indonesia Alami Krisis Moral, Program MBG Harus Dikelola Secara Profesional

Tokoh sekaligus Tekhnokrat Abah Agus Zamroni (Pakai Peci Hitam) saat menunjukan hasil produksi inovasinya


Ponorogo | Metrowilis.com ||  Tokoh masyarakat Agus Zamroni atau yang akrab disapa Abah menilai Indonesia saat ini sedang menghadapi krisis moralitas. Menurutnya, kondisi tersebut ditandai dengan semakin kaburnya batas antara benar dan salah, sehingga berbagai bentuk penyimpangan seolah dianggap sebagai hal yang biasa.

"Indonesia saat ini mengalami krisis moralitas. Bahkan yang benar dinilai salah, sedangkan yang salah justru dianggap benar. Akibatnya, kejahatan dipandang sebagai sesuatu yang biasa. Karena itu perlu revolusi mental agar Indonesia menjadi lebih baik," ujar Abah saat dikonfirmasi Metrowilis.com, Senin (27/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Abah juga menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut merupakan kebijakan yang sangat baik untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia, sebagaimana program serupa yang telah diterapkan di sejumlah negara maju.

"Program MBG ini bagus, seperti di Jepang dan Amerika. Yang menjadi tantangan di Indonesia adalah mental para pelaksananya yang harus terus diperbaiki," katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan program MBG sangat bergantung pada profesionalisme seluruh pihak yang terlibat. Mulai dari pengelolaan dapur, kebersihan ruang kerja, hingga kualitas sumber daya manusia harus memenuhi standar yang telah ditetapkan.

"Program ini harus ditangani dengan baik. Ruang kerja harus memenuhi standar, jasa pengelolaan makanan harus memperhatikan kesehatan, penjamah makanan harus benar-benar sehat, memiliki sertifikat dan kompetensi yang sesuai. Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup juga perlu melakukan evaluasi secara berkala, misalnya setiap tiga bulan," jelasnya.

Terkait pengangkatan Kepala BGN yang baru Sudaryono, Abah berpesan agar menjalankan amanah dengan penuh kehati-hatian, terus belajar, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan program.

"Saya berpesan agar berhati-hati, apalagi masih baru. Terus lakukan koordinasi dan pengawasan agar pelaksanaannya sesuai target. Jangan sampai peralatan, termasuk perlengkapan pendukung seperti susu dan lainnya, justru dijadikan ajang bisnis oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," pesannya.

Menanggapi masih adanya keraguan masyarakat terhadap pelaksanaan Program MBG, Abah menilai hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar mengingat masih terdapat berbagai aspek yang perlu dibenahi dan dievaluasi.

"Keraguan masyarakat itu wajar karena masih banyak yang harus diperbaiki. Yang terpenting, seluruh persyaratan harus dipenuhi sebelum beroperasi, mulai dari perizinan, pemeriksaan kesehatan penjamah makanan, hingga uji kesehatan karyawan. Yayasan dan mitra juga jangan mengambil keuntungan yang berlebihan sehingga berdampak pada kualitas belanja bahan makanan. KSPP, mitra, dan yayasan harus membangun kolaborasi yang baik. Hal-hal seperti inilah yang akan membuat Program MBG sukses dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya.(AZ)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar