Pemimpin Muda Penjaga Hutan Ponorogo Barat
![]() |
| Asper /KBKPH Ponorogo Barat Jhevi Nurvitria K saat berfose dengan wartawan AWDI Ponorogo usai dikonfirmasi terkait penanggulangan kebakaran hutan di musim kemarau mendatang. |
Ponorogo,Metrowillis.com - Musim kemarau belum benar-benar tiba. Namun aroma daun kering mulai terasa di kawasan hutan Ponorogo barat. Di lereng-lereng Guyangan Slahung, kawasan Karangpatihan Balong hingga Watubonang Badegan, ancaman kebakaran hutan perlahan mulai menghantui.
Di tengah situasi itu, sosok muda hadir membawa energi baru.
Namanya Jhevi Nurvitria K. Tahun 2026 ini, ia resmi dipercaya menjabat sebagai Asper/KBKPH Ponorogo Barat. Sebuah posisi strategis yang tidak hanya bertanggung jawab menjaga kawasan hutan, tetapi juga memastikan ancaman kebakaran bisa dicegah sedini mungkin.
Usianya tergolong muda. Namun langkah dan pengalamannya di lingkungan Perhutani sudah cukup matang. Sebelum memimpin Ponorogo Barat, Jhevi pernah bertugas sebagai Asper Lawang Barat Pasuruan selama delapan bulan. Setelah itu, ia dipercaya memimpin Asper Lawu DS Utara, Jogorogo Ngawi selama sembilan bulan.
Kini, tantangan yang lebih besar menantinya di Ponorogo.
Wilayah yang dipimpinnya dikenal memiliki tingkat kerawanan kebakaran hutan cukup tinggi ketika musim kemarau datang. Hamparan lahan kering, cuaca panas dan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan hutan menjadi kombinasi yang membutuhkan pengawasan ekstra.
Namun Jhevi tidak ingin menunggu bencana datang.
Sejak awal menjabat, ia langsung bergerak cepat membentuk Tim FDI atau Fire Danger Index. Tim ini menjadi sistem pemantauan dan peringatan dini yang difokuskan untuk memetakan titik rawan kebakaran, melakukan patroli kawasan hingga pengawasan intensif di lapangan.
Baginya, pencegahan adalah kunci utama.
“Musim kemarau tahun ini datang lebih awal. Potensi kebakaran tentu meningkat sehingga perlu langkah antisipasi yang cepat dan terukur,” ujar Jhevi saat dikonfirmasi, Selasa (26/5/2026).
Tidak hanya mengandalkan kekuatan internal Perhutani, Jhevi juga membangun koordinasi lintas sektor. Ia menggandeng Polsek, Koramil, KPH, BPBD hingga Dinas PUPR Kabupaten Ponorogo untuk memperkuat sistem mitigasi kebakaran hutan.
Sinergi itu disiapkan agar seluruh pihak dapat bergerak cepat ketika kondisi darurat terjadi.
Selain patroli dan pemetaan kawasan rawan, papan-papan imbauan juga mulai dipasang di sejumlah titik hutan. Langkah sederhana namun penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar ikut menjaga kelestarian hutan dan mencegah kebakaran.
Di balik ketegasannya memimpin kawasan hutan, Jhevi dikenal sebagai sosok yang cepat beradaptasi dan memiliki kemampuan koordinasi yang kuat. Ia juga dinilai memahami kondisi teknis lapangan dengan baik, terutama terkait pengelolaan kawasan hutan dan mitigasi bencana kebakaran.
Kehadirannya kini menjadi warna baru bagi dunia kehutanan di Ponorogo.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan ancaman kebakaran yang semakin kompleks, sosok perempuan muda itu membawa harapan lahirnya generasi baru pemimpin kehutanan yang enerjik, visioner dan siap bekerja langsung di lapangan.
Bagi Jhevi, menjaga hutan bukan sekadar tugas jabatan. Tetapi tentang menjaga masa depan.(AZ)
