BREAKING NEWS

Luar Biasa, Grebeg Suro Ponorogo Masuk Top 10 Event Nasional, Siap Digelar Lebih Meriah di Tahun 2026 dan Tak Bebani APBD


PONOROGO | Metrowilis.com - Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Ponorogo. Event budaya tahunan Grebeg Suro kembali menorehkan prestasi dengan masuk dalam jajaran 10 besar event terbaik nasional dari 125 agenda yang tergabung dalam Kharisma Event Nusantara (KEN).


Menjelang pelaksanaan Grebeg Suro yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo mulai melakukan langkah strategis melalui sounding market kepada sejumlah event organizer (EO), baik dari lokal maupun luar daerah. Hingga saat ini, tercatat sudah ada empat EO yang siap terlibat dalam penyelenggaraan event spektakuler tersebut.


Kepala Disbudparpora Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari peningkatan kualitas event secara konsisten dari tahun ke tahun.


“Grebeg Suro sudah lima tahun berturut-turut masuk KEN, bahkan dua tahun terakhir berhasil menembus Top 10 besar dari 125 event terbaik nasional. Ini membuktikan bahwa event ini sudah layak jual dan bisa ditawarkan kepada pihak swasta,” ujarnya, saat dikonfirmasi metrowilis.com diruang kerjanya Rabu (22/4/2026), di dampingi Kabid Kebudayaan Yayuk Herdiiyana Wati.

 
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi peluang untuk mengembangkan skema pembiayaan yang lebih efisien tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dari perencanaan yang ada, total kebutuhan anggaran event diperkirakan mencapai lebih dari Rp5 hingga Rp6 miliar. Namun, pemerintah daerah hanya memberikan stimulan sekitar Rp500 juta, sementara sisanya diharapkan dapat ditopang oleh pihak ketiga melalui kerja sama dengan EO.


“Ini menjadi bagian dari inovasi kita, bagaimana event besar tetap berjalan tanpa membebani APBD secara signifikan,” lanjut Judha.


Empat EO yang telah melakukan presentasi terdiri dari tiga EO lokal dan satu dari luar daerah yang memiliki basis komunitas di Ponorogo. Mereka menawarkan berbagai konsep kreatif untuk mengemas Grebeg Suro 2026 agar lebih menarik, baik dari sisi pembukaan, penutupan, maupun rangkaian kegiatan pendukung.


Rencananya, Grebeg Suro akan digelar selama 10 hari, dimulai dengan opening pada 6 Juni dan ditutup pada 15 Juni 2026. Namun demikian, rangkaian kegiatan tidak hanya berlangsung selama periode tersebut. Secara keseluruhan, agenda Grebeg Suro akan meramaikan Ponorogo selama hampir satu bulan penuh dengan sekitar 27 kegiatan, mulai dari acara religi, budaya, hingga kegiatan komunitas dan paguyuban.


Selain menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya, Grebeg Suro juga diharapkan mampu memperkuat identitas Ponorogo sebagai kota budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi, khususnya kesenian Reog Ponorogo.


Pemerintah daerah pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendukung dan menyukseskan event ini. Dukungan tersebut dinilai penting agar capaian Grebeg Suro 2026 bisa lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.


“Ini bukan sekadar event, tetapi juga semangat bersama untuk melestarikan budaya. Kita ingin Ponorogo dikenal sebagai kota yang cinta damai dan terus ‘nguri-uri’ budaya,” tambah Judha.


Dijelaskan, dengan status sebagai Top 10 Event Nasional, Grebeg Suro kini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Ponorogo, tetapi juga aset budaya Indonesia yang berpotensi mendunia.


" Satu hal lagi Ponorogo ini adalah kota yang nguri-nguri budaya, apalagi reog yang menjadi kebangaan kita sudah ditetapkan oleh UNESCO, karena itu tanggung jawab kita bagaimana melestarikan ini melalui transmisi dari generasi ke generasi, wujud nyatanya adalah salah satunya melalui festival nasional Reog Ponorogo, festifal Reog remaja dan ke depan ada festival Reog anak, nah karena brandingnya begitu luar biasa Maka group group yang baru semangat , hampir semua peserta dipenuhi peserta baru, " pungkasnya.(AZ) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar