Mudik Lebaran 2026 di Ponorogo Diprediksi Lebih Aman, Polisi Siagakan Pos dan Antisipasi Jalur Longsor
PONOROGO | Metrowilis. Com- Arus mudik Lebaran 2026 di Kabupaten Ponorogo diproyeksikan berlangsung lebih aman dan tertata. Melalui Operasi Ketupat Semeru 2026 yang akan digelar selama dua pekan, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, jajaran kepolisian akan memperkuat pengamanan jalur mudik sekaligus mengantisipasi potensi bencana alam di sejumlah titik rawan longsor.
Kepolisian Resort Ponorogo akan mengerahkan ratusan personel gabungan serta mendirikan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan bagi para pemudik yang melintasi wilayah Bumi Reog.
Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, menyebutkan bahwa pihaknya telah menyiapkan enam pos Operasi Ketupat Semeru yang tersebar di jalur-jalur strategis. Pos tersebut terdiri dari empat pos pengamanan (Pospam) dan dua pos pelayanan (Posyan).
Empat pos pengamanan akan ditempatkan di kawasan Mlilir yang merupakan perbatasan Ponorogo–Madiun, kawasan wisata Telaga Ngebel, Dengok, serta Pasar Legi. Sementara dua pos pelayanan direncanakan berada di Paseban Alun-alun Ponorogo dan Terminal Seloaji.
Keberadaan pos-pos tersebut diproyeksikan menjadi pusat layanan bagi masyarakat, mulai dari pengaturan lalu lintas, pelayanan kesehatan, hingga tempat istirahat bagi pemudik yang menempuh perjalanan jauh.
Selain mengantisipasi lonjakan arus kendaraan, kepolisian juga akan memberi perhatian khusus pada jalur mudik yang berpotensi mengalami bencana alam, terutama longsor saat musim hujan.
Dua jalur yang menjadi perhatian utama adalah jalur Ponorogo–Pacitan dan Ponorogo–Trenggalek. Kedua jalur ini dikenal memiliki kontur perbukitan dengan tikungan tajam serta tebing yang rawan longsor ketika intensitas hujan meningkat.
Melalui koordinasi dengan berbagai instansi terkait, aparat kepolisian diproyeksikan menyiagakan personel serta peralatan di sejumlah titik rawan tersebut. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat proses evakuasi apabila terjadi longsor sehingga arus lalu lintas tetap terkendali dan tidak menimbulkan kemacetan panjang.
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 nanti, Polres Ponorogo akan melibatkan total 380 personel gabungan. Sebanyak 280 personel berasal dari kepolisian, sementara 100 personel lainnya berasal dari berbagai instansi lintas sektor yang turut mendukung pengamanan mudik.
Selain itu, masyarakat juga diproyeksikan dapat memanfaatkan layanan Call Center 110 yang aktif selama 24 jam dan bebas pulsa untuk melaporkan berbagai gangguan keamanan maupun kondisi darurat di perjalanan.
Dengan kesiapan tersebut, arus mudik Lebaran 2026 di Ponorogo diharapkan dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang pulang ke kampung halaman.(Hum/AZ)
