Hebat, Kang Bupati Giri Sutradarai Ketoprak Dahono Wengker Ribon Berjudul “Sumilake Mendung Tumayung”
![]() |
Bupati Ponorogo H Sugiri Sancoko SE MM saat menerangkan tentang rencana kegiatan Hari Jadi Ponorogo ke 529. |
Ponorogo, metrowilis.com — Kata “hebat” rasanya pantas disematkan kepada Bupati Ponorogo H. Sugiri Sancoko, S.E., M.M. Bukan hanya piawai dalam urusan pemerintahan dan politik, Kang Giri — sapaan akrabnya — juga menunjukkan kepiawaian di bidang seni budaya.
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Ponorogo ke-529, Bupati dua periode ini terjun langsung menjadi sutradara pertunjukan Ketoprak Dahono Wengker Ribon yang akan digelar pada Rabu malam, 7 Agustus 2025 di Alon-Alon Ponorogo. Lakon yang diangkat berjudul "Sumilake Mendung Tumayung", yang sarat dengan kisah perjuangan, politik, percintaan, dan intrik kekuasaan.
“Kebetulan sutradaranya saya sendiri. Kami sudah mengundang tokoh-tokoh seni untuk latihan. Namanya Ketoprak Dahono Wengker Ribon, judulnya Sumilake Mendung Tumayung. Pokoknya ceritanya komplet, menggambarkan kehidupan politik, sosial, percintaan, dan lainnya,” ungkap Kang Giri, Jumat (1/8/2025).
Kang Giri menjelaskan, Ketoprak Dahono Wengker merupakan kesenian tradisional yang sangat populer di Ponorogo pada masa lalu, terutama saat dirinya masih kecil. Dulu, ketoprak ini diperankan oleh para ASN, guru, dan tokoh masyarakat yang dikenal memiliki talenta luar biasa dalam seni peran.
“Ketoprak ini waktu saya kecil sangat kondang. Diperankan para ASN, guru, dan tokoh-tokoh hebat. Sangat menghipnotis. Makanya beberapa hari lalu kami undang mereka kembali, kami ajak latihan untuk membangkitkan lagi semangat seni tradisi ini,” katanya.
Lakon "Sumilake Mendung Tumayung" sendiri menceritakan tentang masa keemasan Majapahit, dengan tokoh-tokoh legendaris seperti Damar Wulan, Kencono Wungu, Anjasmoro, Patih Logender, dan Minak Jinggo.
“Saya ceritakan tentang Majapahit, tentang Damar Wulan yang ngarit, ada Kencono Wungu, Anjasmoro, Patih Logender, dan Minak Jinggo. Ceritanya lengkap. Ada politik, suksesi, strategi, romantika, perang, pengkhianatan, bahkan kisah Embok Nom yang jadi istri Minak Jinggo dan muring-muring. Pokoknya komplet! Saksikan ya, Pren…” pungkas Kang Giri dengan semangat.
Pertunjukan ini dipastikan akan menjadi salah satu agenda paling ditunggu-tunggu dalam rangkaian Hari Jadi Ponorogo ke-529. Tak hanya sebagai hiburan, namun juga menjadi simbol pelestarian budaya dan semangat cinta tanah kelahiran dari pemimpinnya sendiri.(AZ)