BREAKING NEWS

Dinsos Kabupaten Madiun Studi Tiru Penguatan SLRT di Kota Malang

 


Malang, Metrowilis.com – Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan sosial berbasis masyarakat, Dinas Sosial Kabupaten Madiun melaksanakan studi tiru penguatan Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) ke Dinas Sosial Kota Malang, Jumat (1/8/2025). Kegiatan yang dipusatkan di Aula Dinsos Kota Malang dan Kelurahan Pandanwangi ini diikuti sebanyak 52 peserta dari jajaran SLRT Kabupaten Madiun.

Rombongan disambut langsung oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Kota Malang, Syahrial Hamid, beserta jajarannya. Dalam sambutannya, Syahrial mengapresiasi kepercayaan dari Dinsos Kabupaten Madiun yang menjadikan Kota Malang sebagai tujuan studi tiru.

“Merupakan kehormatan bagi kami menjadi rujukan. Ini menunjukkan adanya pengakuan terhadap praktik-praktik baik yang kami terapkan dalam pengelolaan SLRT,” ujar Syahrial.

Syahrial menambahkan, kegiatan ini menjadi ruang bertukar ide dan pengalaman antar daerah demi pelayanan sosial yang semakin efektif, merata, dan adaptif.

“Kami berharap kunjungan ini bermanfaat bagi Dinsos Kabupaten Madiun. Sebaliknya, kami juga terbuka belajar dari pengalaman teman-teman di sana,” imbuhnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan paparan teknis mengenai pelaksanaan SLRT di Kota Malang. Materi yang disampaikan meliputi sistem koordinasi lintas sektor, strategi menjangkau kelompok rentan, serta integrasi layanan sosial melalui sistem digital.

Tak hanya itu, peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke Kelurahan Pandanwangi untuk melihat langsung praktik pelayanan SLRT berbasis kelurahan yang telah terintegrasi dengan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos).

Koordinator SLRT Kabupaten Madiun, Andre, mengaku memperoleh banyak pembelajaran penting dari kegiatan ini.

“Banyak yang bisa kami adopsi dari praktik baik di Kota Malang. Ini sangat membantu kami untuk memperkuat kapasitas tenaga SLRT di Madiun. Harapannya, pelayanan sosial kami akan semakin responsif dan menyentuh masyarakat miskin secara langsung,” ujar Andre.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Madiun, Dedy Anggoro, menyampaikan bahwa penguatan SLRT di Madiun ke depan akan diarahkan pada model integratif, seperti yang diterapkan di Malang.

tutupny

“SLRT di Kota Malang terintegrasi dalam Puskesos Kelurahan. Kami harap model ini bisa kami replikasi di Madiun. Apalagi kami memiliki 52 tenaga SLRT, masing-masing menangani 3 hingga 4 desa,” ungkap Dedy.

Ia juga menambahkan bahwa SLRT Kabupaten Madiun selama ini aktif membantu masyarakat mengakses layanan BPJS Kesehatan, terutama bagi warga miskin yang belum terdaftar.

“Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan, dan telah menjalin MoU agar fasilitator kami bisa mengaktifkan kepesertaan masyarakat secara cepat dan tepat sasaran,” tutupnya.

Dengan terlaksananya kegiatan studi tiru ini, Dinsos Kabupaten Madiun berharap dapat mengembangkan layanan SLRT yang lebih inklusif dan berkelanjutan, guna menjawab tantangan sosial masyarakat secara optimal.(red) 


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar