SUMPAH PALAPA RIMBAWAN TRANSTOTO, 2004
Oleh :
Dr. Transtoto Handadhari
Dikenal luas sangat lantang dan penulis kriris yang produktif opini di harian Kompas, Gatra, Rimba Indonesia, Agro Indonesia, Tropis, dan berbagai lainnya, Rimbawan UGM senior, dan alumnus UW at Madison, USA dia pembuat position Map sebagai koreksi tata ruang baru di Pulau Jawa bersama M. Fahada (2003).
Dialah Direktur Utama Perum Perhutani tahun 2004-2008, pria yang dikenal ramah tersenyum tetapi vokal, kritis dan pemberani itu menghentak revolutif mengguncang dunia kehutanan, khususnya Perum Perhutani.
"Sumpah Palapa" Transtoto yang pernah tertahan laju karirnya selama 12 tahun (1992-2004) mengagetkan kebiasaan orang hutan yang kurang cak-cek.
Ditangannya saat hari pertama dilantik keluar "Sumpah" pertamanya; "Saya akan mengembalikan "potential lost" Rp1 Triliun setahun yang merupakam hilangnya keuntungan Perhutani yang dianggap ilegal.
Di waktu berikutnya, dengan lantang dalam Raker dengan komisi IV DPR-RI kembali "Sumpah Palapa"nya muncul. "Kalau Perhutani rugi karena saya bodoh, atau saya mencuri uang perusahaan satu sen-pun, saya akan berhenti (dari jabatan itu).
Visi yang disusunnya bersama Ir. Sadhardjo dan timnya juga menggambarkan optimisme itu, yakni "MENJADIKAN PERHUTANI PERUSAHAAN KEHUTANAN TERBAIK DI DUNIA"
KETAJAMAN PROGRAM
Program kerja yang disasar meliputi masalah dasar sumber daya hutan yang 600 ribu hektar rusak, SDM yang dirasakan kurang sejahtera serta manajemen yang timpang.
Sasaran pokok program menghilangkan hutan kosong dengan Program Brigade Perhutani Hijau 2005, Operasi Hutan yang seharusnya akan selesai 2010, Operasi Hutan Lestari Tanpa Batas (OHL-TB) menangkap cukong kayu 800 orang lebih selama tiga bulan (Goris Mere, Ganjar Pranowo, 2009), menekan pencurian kayu jati, menekan kegagalan tanaman, peningkatan kesejahteraan masyrakat hutan, mengembalikan penyerobotan hutan, mencari jenis unggulan sumber pendapatan baru, meningkatkan kebenggaan kerja di kehutanan, perhatian kesejahteraan kepada pegawai dan masyarakat LMDH, peningkatan kualitas petugas, nasionalisasi rimbawan dari segala warga negara Indonesia (A. Tandayu, dari Ternate), perhatian kepada kesejahteraan pensiunan, penetapan ADM perempuan yang pertama, dan sukses (sdri. Naning 2005/2006), penetapan non insinyur kehutanan, antara lain sarjana pertanian yang paham kehutanan atau seorang lulusan SKMA untuk diangkat menjadi ADM (Yoyok, Suto Wibowo), sambatan- gotong royong perbaikan fasilitas RD dan kantor, pemberian tegen prestasi staf, penghargaan staf internal yang lulus sekolah yang lebih tinggi (2006), memberi kesempatan bagi lulusan non kehutanan berkarir (Tardi, SH, Drs. Subagja).
Transtoto yang konon pemegang rekor nomor/peringkat satu pada tes PAC Kehutanan, konon lulus sempurna (2003) dalam 14 item itu, kini kena serangan stroke salah satunya karena kelelahan mengikuti Pemilu brutal 2024 di daerah hutan Blora yang luas dan itu.
Walaupun sakit dan terbaring tapi masih rajin menulis artikel meski hanya dengan satu tangan kirinya saja.
Kisah inspiratif ini semoga bermanfaat bagi pelestarian dan pengembangan Perum Perhutani, legenda kehutanan Indonesia berusia beratus tahun mengawal sistem pengelolaan hutan di negeri ini ke depan (***).🩷
