BREAKING NEWS

Keraton Surakarta Menuju Harmoni Baru: Pesan Kebersamaan dari Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad

 


Surakarta | Metrowilis.com – Hembusan angin sore yang menerpa Keraton Surakarta saat itu seolah membawa pesan damai ketika keluarga besar keraton melakukan  kunjungan kepada Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Pertemuan yang berlangsung hangat itu tak sekadar silaturahmi, melainkan sebuah momentum yang menyalakan kembali harapan akan kerukunan dan kebersamaan di tubuh keraton yang sarat sejarah.

Dalam suasana penuh rasa hormat dan keterbukaan, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Anom Sekarjati menyampaikan makna pertemuan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pesan utama yang disampaikan Sufmi Dasco Ahmad adalah ajakan untuk bersatu dan bekerja bersama dalam membangun masa depan Keraton Surakarta yang lebih harmonis dan berkeadilan.

“Yang pastinya arahannya ke depan agar semuanya bisa diajak bekerja sama, bareng-bareng, rukun, kemudian mengembangkan keraton bersama-sama,” tutur GKR Anom Sekarjati dengan penuh harap Rabu 21 Januari 2026.

Ia menambahkan, selama ini banyak persoalan yang belum mendapat ruang dialog yang cukup. Melalui kesempatan itu, pihaknya merasa mendapat napas baru untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah pusat.

“Harapannya, pesan-pesan ini bisa sampai dan mendapat atensi, sehingga setiap keputusan yang diambil tetap memperhatikan hukum adat yang berlaku,” imbuhnya.

GKR Anom juga menyoroti kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kebudayaan terkait SK Pelaksana Tugas Raja Keraton Solo. Menurutnya, keputusan tersebut berpotensi mencederai paugeran atau hukum adat yang selama ini menjadi fondasi kuat kehidupan keraton. Ia berharap pemerintah bisa meninjau ulang dengan mempertimbangkan kearifan lokal dan nilai-nilai leluhur.

Sementara itu, KPA Singonagoro, selaku Pengageng, menegaskan bahwa pesan kebersamaan dari Wakil Ketua DPR RI menjadi penguat bagi seluruh keluarga besar Keraton Surakarta. Ia menyebut bahwa kerukunan adalah kunci utama menjaga kelestarian warisan budaya yang telah bertahan berabad-abad lamanya.

“Keraton ini adalah peninggalan leluhur yang harus kita jaga bersama dan selalu menghormati paugeran. Perbedaan pandangan seharusnya disikapi dengan musyawarah, saling menghormati, dan mengedepankan kepentingan keraton di atas kepentingan pribadi,” tegasnya.

KPA Singonagoro berharap, ke depan semua unsur di lingkungan Keraton Surakarta dapat kembali bersatu, saling mendukung, dan bekerja sama dalam pengelolaan keraton—baik dari sisi adat, budaya, maupun pengembangan sebagai pusat kebudayaan nasional.

“Harapan kami, keraton bisa semakin rukun, guyub, dan maju. Dengan kebersamaan, Keraton Surakarta akan tetap berdiri kokoh, berwibawa, serta memberi manfaat bagi masyarakat luas dan generasi penerus,” pungkasnya.

Kini, di tengah riuh perubahan zaman, pertemuan tersebut menjadi tanda arah baru bagi Keraton Surakarta—sebuah langkah menuju rekonsiliasi, harmoni, dan masa depan kebudayaan yang lebih cerah. Seperti halnya alunan gamelan yang tak pernah padam di pendapa, semangat untuk menjaga warisan leluhur terus berdentang, mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan demi kejayaan keraton yang rukun dan berwibawa.(Red) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar