Jembatan Lapuk Ancam Keselamatan Warga, Korem 081/DSJ Rencanakan Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Ngaglek
Magetan | Metrowilis.com- Papan-papan kayu yang berderit setiap kali diinjak menjadi saksi kekhawatiran warga Desa Ngaglek, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Di atas aliran sungai berwarna kecokelatan, masyarakat kerap menahan napas saat menyeberangi jembatan kayu yang telah dimakan usia dan kini rawan membahayakan keselamatan.
Kondisi papan jembatan yang lapuk membuat jembatan yang dibangun sejak 2007 tersebut tak lagi layak dilalui. Bahkan, jembatan itu pernah nyaris menelan korban jiwa.
Kepala Desa Ngaglek, Parno, mengungkapkan bahwa pernah terjadi insiden seorang ibu yang terpeleset saat melintasi jembatan sambil menggendong keranjang.
“Papan kayunya sudah lapuk dan licin, sehingga ibu tersebut terpeleset. Untungnya keranjangnya tersangkut di salah satu papan, sehingga tubuhnya tertahan dan warga bisa segera menolong,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu (21/1/2026).
Parno menambahkan, pemerintah desa bersama warga sebenarnya telah berupaya melakukan perbaikan. Namun keterbatasan anggaran membuat perbaikan yang dilakukan hanya bersifat sementara.
“Kami bersama warga sudah beberapa kali melakukan perbaikan sederhana dengan mengganti papan yang rusak. Tetapi itu tidak bertahan lama,” jelasnya.
Sementara itu, Danrem 081/Dhirotsaha Jaya Kolonel Arm Untoro Hariyanto menegaskan bahwa jembatan tersebut memiliki peran yang sangat vital bagi aktivitas masyarakat Desa Ngaglek.
“Jembatan ini merupakan urat nadi kehidupan warga. Setiap hari anak-anak sekolah melintas di sini. Selain itu, jembatan ini juga digunakan warga untuk menuju lahan pertanian dan mencari pakan ternak,” ungkap Danrem saat meninjau kondisi jembatan.
Selain sebagai akses utama aktivitas warga, jembatan tersebut juga menjadi jalur terdekat menuju fasilitas umum di pusat kota.
“Jika melalui jalur lain, jaraknya bisa mencapai 14 kilometer. Sementara melalui jembatan ini hanya sekitar 10 kilometer,” tambahnya.
Lebih lanjut, Danrem menyebutkan bahwa jembatan tersebut juga berfungsi sebagai penghubung antara Kecamatan Parang dan Kecamatan Ngariboyo. Melihat urgensi dan kondisi di lapangan, pihaknya menetapkan jembatan Desa Ngaglek sebagai salah satu sasaran dalam program Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah jajaran Korem 081/DSJ.
“Kami berharap pembangunan jembatan ini dapat segera terealisasi agar masyarakat bisa beraktivitas dengan aman dan lancar,” pungkasnya.
Program Pembangunan Jembatan Perintis Garuda sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengatasi keterbatasan aksesibilitas masyarakat di berbagai daerah, khususnya wilayah yang selama ini bergantung pada infrastruktur sederhana dan rawan risiko keselamatan.(Red)
