BREAKING NEWS

Dari Tulakan–Kebonagung untuk Masa Depan Pacitan: Pujo Hartono Resmi Mengabdi di DPRD

 


PACITAN | Metrowilis. Com- Di ruang paripurna DPRD Pacitan, Senin (12/1/2026), sebuah kursi yang sempat kosong kembali terisi. Namun yang lebih penting dari sekadar lengkapnya formasi dewan adalah hadirnya kembali harapan — harapan tentang keberlanjutan amanah rakyat dan masa depan demokrasi lokal Pacitan.

Pujo Hartono resmi dilantik sebagai anggota DPRD Kabupaten Pacitan melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW), menggantikan almarhum Handoyo Aji yang wafat Oktober 2025 lalu. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari daerah pemilihan Tulakan–Kebonagung ini mengucapkan sumpah dan janji sebagai wakil rakyat untuk sisa masa jabatan 2024–2029.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat. Di hadapan pimpinan DPRD, Forkopimda, dan tamu undangan, Sekretaris DPRD Pacitan Didik Alih Wibowo membacakan Keputusan Gubernur Jawa Timur yang menjadi dasar pengangkatan Pujo Hartono.

Ketua DPRD Pacitan, Arif Setia Budi, memimpin langsung pengambilan sumpah. Dengan suara tegas ia mengingatkan bahwa jabatan anggota dewan bukan sekadar posisi politik, melainkan ikrar suci kepada Tuhan dan rakyat.

“Sumpah dan janji ini disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kepada Tuhan dan rakyatlah sumpah ini akan dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Penyematan lencana DPRD dan penyerahan Surat Keputusan Gubernur menjadi simbol dimulainya pengabdian Pujo Hartono. Sejak detik itu, satu babak baru dimulai: babak tentang kerja, dedikasi, dan tanggung jawab yang akan membentuk arah kebijakan daerah.

Bagi masyarakat Tulakan–Kebonagung, kehadiran Pujo bukan hanya pengganti kursi kosong. Ia adalah perpanjangan suara rakyat yang kembali hidup di ruang parlemen. Pemerintah daerah pun menaruh harapan besar.

Melalui sambutan Bupati Pacitan yang dibacakan Sekretaris Daerah Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, ditegaskan bahwa PAW adalah peralihan amanah yang sarat nilai pengabdian.

“Ini merupakan kelanjutan amanah yang sebelumnya diemban almarhum Handoyo Aji. Semoga dapat dijalankan dengan penuh dedikasi dan integritas,” ujar Sekda Heru.

Rapat paripurna diawali dengan doa untuk almarhum Handoyo Aji — sebuah pengingat bahwa kursi dewan bukan sekadar simbol kekuasaan, melainkan warisan pengabdian yang harus dijaga.

Kini, dengan formasi DPRD kembali lengkap, Pacitan menatap masa depan dengan semangat baru. Di tangan para wakil rakyat, termasuk Pujo Hartono, terletak keputusan-keputusan penting yang akan menentukan arah pembangunan, kesejahteraan, dan kualitas demokrasi lokal.

Dari Tulakan–Kebonagung, satu suara kembali menyala.

Untuk Pacitan hari ini — dan masa depan yang lebih baik esok hari.(red) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar