Penemuan Situs Selo Tundo di Puncak Gunung Mencil Gegerkan Warga
![]() |
| Penemuan Situs Selo Tundo di Gunung Mencil Karangpatihan Balong Ponorogo |
Ponorogo, Metrowilis.com – Warga Desa Karang Patihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, digegerkan dengan penemuan situs bersejarah di puncak Gunung Mencil, Dusun Tanggugrejo. Situs yang dikenal dengan nama Selo Tundo ini menyimpan misteri, lantaran terdapat susunan batu yang seakan ditata oleh manusia zaman dahulu, serta jejak menyerupai telapak kaki di atas salah satu batu.
Penampakan telapak kaki tersebut mengingatkan masyarakat pada situs serupa di kawasan Pajajaran, Jawa Barat. Temuan itu pun menimbulkan rasa penasaran sekaligus kebanggaan warga sekitar. Namun, hingga kini belum ditemukan prasasti atau catatan sejarah yang bisa mengungkap asal-usul situs tersebut.
![]() |
| Penampakan seperti bekas telapak kaki diatas batu situs Selo Tundo |
Secara geografis, kawasan Selo Tundo terletak tidak jauh dari Sendang Beji dan air terjun di perbatasan Ponorogo–Pacitan. Lokasinya yang strategis semakin menambah daya tarik situs ini.
Boniran, salah satu warga setempat, mengatakan masyarakat sebenarnya sudah lama mengetahui keberadaan Selo Tundo, namun baru belakangan ini menemukan adanya bekas telapak kaki di batu situs tersebut.
“Ini Gunung Mencil, gunung yang terpisah dari gunung-gunung lain. Di sini ada situs Selo Tundo, salah satunya batu dengan bekas telapak kaki manusia,” jelasnya didampingi rekannya, Maulana Kamis (25/9)
Menurut Boniran, Selo Tundo juga kerap didatangi orang dari luar daerah, meski aktivitas mereka di sana tidak diketahui secara pasti. Ia menambahkan, tumpukan batu yang ada seolah membentang panjang hingga ke wilayah perbatasan Pacitan.
“Kalau saya amati, tumpukan batu ini panjang sekali seperti melingkari kawasan ini. Di sekitar sini ada air terjun, di atasnya ada gunung lagi, dan dekat sini juga ada Sendang Beji yang dulunya jadi tempat mandi. Ini apa maknanya ya?” ujarnya penuh penasaran.
![]() |
| Di kawasan itu banyak bermunculan Situs berupa batu besar yang cekung seperti gua yang bisa untuk beristirahat |
Boniran dan warga berharap, keberadaan situs ini bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata baru di Ponorogo. Selain untuk melestarikan sejarah, juga bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga.
“Harapan kami ini bisa jadi tempat wisata. Dulu ada jalan menuju sini untuk sepeda motor, tapi sekarang rusak. Kami berharap bisa diperbaiki agar akses menuju situs ini lebih mudah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Karang Patihan, Eko Mulyadi, menegaskan bahwa pihaknya menyambut baik penemuan ini dan berharap segera ada penelitian lebih lanjut dari ahli arkeologi maupun budayawan.
“Kami berharap para peneliti arkeolog budayawan bisa melakukan penelitian sehingga bisa mengetahui secara jelas sejarah peninggalan nenek moyang ini. Semoga bisa bermanfaat, baik bagi warga Karang Patihan maupun masyarakat Ponorogo secara umum,” tuturnya.(AZ)


